Kenali 10 Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengatasinya
Ditinjau secara medis oleh: drg. Jessica Endriyana M Si
Rata Family, apakah kamu sedang mengalami gusi bengkak? Ada banyak sekali penyebab gusi bengkak, bisa disebabkan dari kesalahan dalam perawatan gigi hingga efek samping dari penyakit tertentu.
Beberapa penyebab ini tidak boleh disepelekan, karena bisa menyebabkan komplikasi yang cukup berat. Untuk mengetahui penyebab gusi bengkak, simak informasi lebih lengkapnya berikut ini!
Baca juga: 7 Penyebab Gusi Berdarah yang Sering Disepelekan
Apa Itu Gusi Bengkak?
Gusi bengkak adalah salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup umum terjadi. Kondisi ini terjadi ketika gusi menonjol, memerah, nyeri, dan mudah berdarah.
Kondisi bengkak pada gusi bisa terjadi pada sebagian atau seluruh gusi. Biasanya pembengkakan dimulai pada bagian gusi yang berbatasan dengan gigi.
Gejala gusi bengkak bisa berupa pembengkakan yang cukup besar hingga menutupi bagian bawah gigi yang biasanya terlihat. Kondisi ini juga sering disertai dengan keluhan lain, seperti:
Kemerahan pada gusi
Nyeri gusi
Rasa berdenyut pada gusi yang bengkak
Perdarahan pada daerah gusi yang bengkak, terutama saat menggosok gigi atau flossing gigi
Penyebab Gusi Bengkak
Apa yang menyebabkan gusi bengkak? Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan gusi bengkak:
1. Infeksi bakteri, virus, atau virus
Penyebab gusi bengkak yang pertama adalah infeksi dari bakteri, virus, atau jamur. Selain infeksi, sariawan akibat pertumbuhan jamur alami di mulut secara berlebihan juga bisa menyebabkan pembengkakan gusi.
Kondisi ini harus segera diatasi. Pasalnya, pembusukan gigi yang tidak diobati bisa menyebabkan abses gigi atau pembengkakan gusi yang berisi nanah sehingga memerlukan perawatan dari dokter gigi.
2. Makanan yang tersangkut di sela gigi dan gusi
Penyebab lain yang berpotensi menyebabkan gusi bengkak adalah sisa-sisa makanan yang masih tersangkut pada gigi dan tidak terangkat pada saat menggosok gigi. Sebagai contoh, potongan daging yang tersangkut di antara gigi bahkan di gusi bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan pada gusi.
3. Gingivitis (radang gusi)
Gingivitis atau radang gusi adalah penyebab gusi bengkak yang paling umum. Kondisi ini bisa membuat gusi menjadi iritasi dan bengkak.
Penyebab utama dari gingivitis adalah kurang menjaga kebersihan mulut, sehingga banyak sisa makanan yang belum terangkat sempurna. Nah, sisa makanan inilah yang kemudian menjadi plak tempat tumbuhnya bakteri.
4. Periodontitis
Periodontitis adalah infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang penyokong gigi. Penyakit ini adalah bentuk lanjutan dari gingivitis yang sudah parah. Tidak hanya menyebabkan gusi membengkak, efek samping dari periodontitis adalah gusi berdarah, abses gigi, dan bau mulut tidak sedap.
5. Malnutrisi
Pembengkakan pada gusi juga bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin, terutama vitamin B dan C. Vitamin C berperan penting dalam pemeliharaan dan perbaikan gigi sampai gusi. Sedangkan vitamin B bisa membantu pertumbuhan sel dan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk gusi. Kekurangan dua vitamin ini bisa menjadi penyebab sariawan dan gusi bengkak.
6. Efek samping pemasangan kawat gigi
Salah satu efek samping dari pemasangan kawat gigi atau behel adalah pembengkakan gusi. Biasanya, pembengkakan terjadi akibat gesekan antara kawat gigi atau bracket dengan gusi. Selain bengkak, tindakan tersebut juga sering memicu rasa nyeri pada minggu awal pemakaian.
7. Efek pengobatan
Penyebab gusi bengkak yang terakhir adalah efek penggunaan obat, khususnya dalam kemoterapi. Selain obat kemoterapi, berikut ini beberapa jenis obat yang bisa menimbulkan pembengkakan pada gusi:
- Kortikosteroid
- Anti-epilepsi
- Calcium channel blocker (obat penurunan tekanan darah)
8. Menyikat gigi terlalu keras
Menyikat gigi terlalu keras justru dapat merusak gusi, menyebabkan nyeri, bengkak, dan perdarahan. Tekanan berlebih bisa membuat garis gusi melonggar, membuka akar gigi, dan memicu sensitivitas.
Gunakan teknik menyikat yang benar dengan sikat berbulu halus agar gigi bersih tanpa merusak gusi.
9. Kurang vitamin
Kurangnya vitamin B dan C bisa menyebabkan gusi bengkak. Vitamin C berperan dalam produksi kolagen yang membentuk jaringan gusi, sedangkan vitamin B mendukung pertumbuhan sel serta melancarkan sirkulasi darah, termasuk ke area gusi. Kekurangan kedua vitamin ini dapat memicu sariawan dan peradangan pada gusi.
10. Perubahan hormon
Saat pubertas dan menstruasi, hormon progesteron meningkat, menyebabkan aliran darah ke gusi bertambah. Akibatnya, gusi bisa merah, bengkak, sensitif, bahkan berdarah.
Untuk mencegahnya, rutinlah menjaga kebersihan gigi dan mulut. Jika tidak membaik, segera konsultasi ke dokter.
Baca juga:4 Cara Mengobati Gusi Bengkak Secara Alami, Praktis dan Mudah!
Gusi Bengkak tapi Tidak Sakit
Gusi bengkak namun tidak menimbulkan rasa sakit biasanya disebabkan karena kondisi yang disebut gingival hiperplasia.Gingival hiperplasia adalah kondisi di mana jaringan gusi tumbuh berlebihan dan menyebabkan pembengkakan tanpa rasa sakit. Gejalanya meliputi:
Ketidaknyamanan di gusi dan mulut
Kesulitan berbicara & mengunyah
Bau mulut
Tampilan gusi yang kurang estetis
Sementara itu, berikut ini beberapa penyebab gingival hiperplasia:
Peradangan akibat plak, merokok, gigi tidak rata, atau kebiasaan bernapas lewat mulut
Penggunaan obat-obatan tertentu
Faktor genetik (Hereditary Gingival Fibromatosis)
Perubahan hormon (kehamilan, pubertas, gangguan hormonal)
Penyakit seperti leukemia, limfoma, anemia aplastik, dan sarkoidosis
Kekurangan vitamin C & B
Cara Meredakan Gusi Bengkak
Jika gusi bengkak masih tergolong ringan, meningkatkan kebersihan mulut bisa membantu meredakannya. Berikut beberapa langkahnya:
Sikat gigi dua kali sehari dan bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss).
Kompres pipi dengan air hangat atau dingin untuk meredakan pembengkakan.
Ganti pasta gigi atau obat kumur yang mungkin menyebabkan iritasi pada gusi.
Lakukan scaling untuk menghilangkan plak dan root planing untuk membersihkan akar gigi serta sela gusi dari bakteri
Kapan harus ke dokter gigi?
Gusi bengkak biasanya dapat diatasi secara mandiri di rumah. Namun, jika gusi bengkak dan gejala penyertanya tidak kunjung mereda hingga lebih dari 1 minggu, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Makin cepat pemeriksaan dilakukan, makin cepat juga penyebabnya diatasi sehingga komplikasi bisa dapat dicegah.
“Jika bengkak pada gusi disertai dengan keluhan lain, seperti bernanah, sakit, dan mengganggu aktivitas, maka lakukan pemeriksaan secepatnya ke dokter gigi,” ungkap dentist Rata, drg. Jessica Endriyana M Si.,.
Kamu bisa mengunjungi Klinik Rata untuk perawatan gigi dan mulut yang dibutuhkan. Mulai dari perawatan untuk memperbaiki kerusakan gigi, perawatan ortodontik, hingga perawatan untuk meratakan gigi secepat 3-6 bulan* dengan Clear Aligners Rata.
Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat
Simak daftar alamat Klinik Rata terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!
Rata.id Senayan | Klinik Gigi & Clear Aligners
Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Senayan untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.
Alamat: Rukan Perumahan Senayan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, North Grogol, Kebayoran Lama, Jakarta, 12210
Rata.id Gading Serpong, BSD | Klinik Gigi & Clear Aligners
Mencari klinik gigi di BSD? Klinik Rata Gading Serpong hadir untuk menjawab kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut kamu. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai perawatan untuk meratakan gigi tanpa behel dengan Clear Aligners™ Rata, ya!
Alamat: Ruko Mendrisio 2, Jl. Boulevard Raya Gading Serpong, Banten, Kelapa Dua, Banten 15810
Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Biliton No.43, RT.002/RW.07, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60281
Segera jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata! Cek website Rata dan Instagram @rata.id untuk info lengkap. Hubungi tim Rata dengan klik tombol WhatsApp di bawah layar, ya!
komentar
Belum ada komentar
Jadi yang pertama memberikan komentar