6 Jenis Penyakit Lidah yang Harus Diwaspadai
Lidah bukan hanya berperan dalam mengecap rasa, tapi juga penting untuk berbicara dan menelan. Ketika lidah mengalami gangguan, aktivitas sehari-hari bisa ikut terganggu. Artikel ini akan membahas mengenai jenis-jenis penyakit lidah dan gejalanya. Simak selengkapnya dalam artikel ini!
Baca juga: Waspada! Lidah Bengkak Bisa Jadi Tanda Masalah Serius
Apa Itu Penyakit Lidah?
Penyakit lidah adalah gangguan kesehatan yang memengaruhi bentuk, warna, permukaan, atau fungsi lidah. Kondisi ini bisa ringan seperti sariawan, hingga serius seperti infeksi jamur. Masalah pada lidah sering kali menimbulkan rasa nyeri, sensasi terbakar, atau kesulitan saat berbicara dan makan.
Lidah yang sehat seharusnya berwarna merah muda, lembap, dan tidak terasa sakit. Jika kamu mengalami perubahan pada lidah, penting untuk mengenali penyebabnya sejak dini.
6 Jenis-jenis Penyakit Lidah dan Gejalanya
Gangguan pada lidah bisa berasal dari berbagai penyebab dan menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis penyakit lidah yang harus diwaspadai:
1. Sariawan
Sariawan adalah luka kecil yang terasa sangat perih, biasanya muncul di permukaan mulut, termasuk lidah. Lesi sariawan berbentuk bulat atau oval, berwarna putih kekuningan di bagian tengah, dan dikelilingi oleh batas kemerahan. Sariawan umumnya tidak berbahaya, tapi bisa sangat mengganggu jika muncul berulang atau dalam jumlah banyak.
Penyebab:
Cedera ringan (lidah tergigit, tertusuk makanan keras)
Stres emosional
Gangguan autoimun
Kekurangan vitamin B12, zat besi, atau asam folat
Perubahan hormon
Gejala:
Luka perih pada lidah
Rasa nyeri saat makan atau berbicara
Luka biasanya sembuh dalam 7–14 hari
2. Lidah Geografik (Geographic Tongue)
Lidah geografik adalah kondisi jinak yang menyebabkan munculnya bercak-bercak tidak beraturan di permukaan lidah, menyerupai bentuk peta.
Gejala:
Bercak halus, licin, berwarna merah dengan tepi putih atau kuning
Pola bisa berpindah-pindah lokasi dari hari ke hari
Tidak disertai infeksi atau luka terbuka
Penyebab pasti belum diketahui, namun diduga terkait faktor genetik, stres, alergi, atau kekurangan vitamin. Meskipun tidak menular dan tidak berbahaya, lidah geografik bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat mengonsumsi makanan pedas atau asam.
Baca juga: Cara Membersihkan Lidah yang Benar untuk Cegah Bau Mulut
3. Lidah Berbulu (Hairy Tongue)
Kondisi ini terjadi saat papila (tonjolan kecil di permukaan lidah) tumbuh berlebih dan tidak luruh seperti seharusnya. Sel-sel mati menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri atau jamur, sehingga lidah tampak berbulu dan bisa berubah warna (cokelat, hitam, atau hijau).
Penyebab:
Kebersihan mulut yang buruk
Merokok
Penggunaan antibiotik jangka panjang
Dehidrasi atau kurang air liur
Konsumsi kopi atau teh berlebihan
Gejala:
Permukaan lidah tampak berbulu
Warna gelap pada lidah
Bau mulut
Sensasi tidak nyaman di mulut
Perlu diketahui, kondisi ini tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan menjaga kebersihan mulut dan mengurangi faktor risikonya.
4. Lidah Pecah-pecah (Fissured Tongue)
Lidah pecah-pecah ditandai dengan adanya retakan atau celah di permukaan lidah yang bisa dalam dan melebar. Kondisi ini bisa muncul sejak lahir atau berkembang seiring bertambahnya usia.
Ciri khas:
Retakan atau celah yang jelas terlihat
Biasanya tidak menimbulkan nyeri
Bisa menimbulkan bau mulut jika sisa makanan masuk ke celah
Penyebab:
Faktor genetik
Kekurangan vitamin B
Hubungan dengan kondisi lain seperti Sindrom Down atau Sindrom Melkersson-Rosenthal
Jenis penyakit lidah ini tidak memerlukan pengobatan khusus, tetapi perlu menjaga kebersihan mulut untuk mencegah infeksi sekunder.
Baca juga: Viral di Media Sosial, Bersihkan Lidah dengan Sendok. Amankah?
5. Glossitis
Glossitis adalah peradangan pada lidah yang menyebabkan lidah membengkak, berubah warna, dan terasa nyeri. Dalam beberapa kasus, lidah bisa tampak licin karena kehilangan papila.
Jenis-jenis Glossitis:
Glossitis akut: Timbul mendadak, biasanya akibat infeksi atau reaksi alergi
Glossitis kronis: Berkembang perlahan, bisa berkaitan dengan penyakit sistemik
Penyebab umum:
Infeksi (bakteri, virus, atau jamur)
Alergi makanan atau obat
Kekurangan zat besi atau vitamin B12
Iritasi dari rokok, alkohol, atau makanan panas
Gejala:
Lidah membengkak dan terasa nyeri
Permukaan lidah tampak halus dan merah
Kesulitan makan, menelan, atau berbicara
Glossitis perlu ditangani sesuai penyebabnya, bisa dengan obat antijamur, antibiotik, atau suplemen vitamin.
6. Infeksi Jamur Lidah (Oral Thrush / Candidiasis)
Thrush adalah infeksi jamur Candida albicans yang menyerang rongga mulut, termasuk lidah. Kondisi ini sering terjadi pada bayi, lansia, atau orang dengan sistem kekebalan lemah.
Ciri khas:
Lapisan putih tebal seperti susu basi di lidah
Bisa diseka, tapi meninggalkan permukaan merah dan nyeri
Rasa tidak enak di mulut atau kehilangan rasa
Bisa menyebar ke gusi, langit-langit, atau tenggorokan
Faktor risiko:
Pemakaian antibiotik atau kortikosteroid
Diabetes
Mulut kering (xerostomia)
Pemakaian gigi palsu
Penyakit autoimun atau HIV
Pengobatan:
Biasanya dengan obat antijamur dalam bentuk gel, tablet, atau obat kumur.
Baca juga: Lidah Terasa Terbakar? Ini 5 Cara Mengatasinya!
Itulah jenis-jenis penyakit lidah yang harus diwaspadai. Penyakit lidah bisa berdampak pada kesehatan mulut dan kualitas hidup secara keseluruhan. Mengenali jenis-jenis gangguan lidah, penyebab, serta gejalanya adalah langkah awal untuk mendapat penanganan yang tepat.
Segera periksakan diri jika luka pada lidah tidak sembuh dalam waktu lama, nyeri parah atau pembengkakan hebat, perubahan bentuk atau warna lidah yang mencurigakan, kesulitan makan, berbicara, atau menelan, hingga muncul benjolan atau bercak putih yang tidak hilang.
Salah satu dokter gigi berpengalaman yang telah menangani berbagai kasus gigi dan bisa kamu kunjungi adalah Klinik Rata. Di Klinik Rata, kamu bisa melakukan berbagai perawatan gigi dan mulut yang dibutuhkan. Mulai dari perawatan untuk memperbaiki kerusakan gigi, perawatan ortodontik, hingga perawatan untuk meratakan gigi secepat 3-6 bulan* dengan Clear Aligners™ Rata.
Rata juga memiliki tim dokter gigi profesional yang akan membantu memperbaiki kondisi kesehatan gigi kamu.
Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat
Simak daftar alamat Klinik Rata terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!
Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners
Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.
Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120
Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners
Mencari klinik gigi di Bali? Klinik Rata Bali hadir untuk menjawab kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut kamu. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai perawatan untuk meratakan gigi tanpa behel dengan Clear Aligners™ Rata, ya!
Alamat:Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241, Indonesia.
Segera jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata! Cek website Rata dan Instagram @rata.id untuk info lengkap. Hubungi tim Rata dengan klik tombol WhatsApp di bawah layar, ya!
komentar
Belum ada komentar
Jadi yang pertama memberikan komentar