Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Sariawan dari Rumah
Ada banyak sekali penyebab sariawan. Beberapa penyebab itu ada yang disadari, namun ada juga yang tak disadari.
Apa pun penyebabnya, kemunculan sariawan memang menyiksa. Selain menyebabkan rasa nyeri, sariawan juga meninggalkan rasa tidak nyaman karena menyebabkan sulit makan dan berbicara. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai penyebab sariawan, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Sariawan?
Mengutip Mayo Clinic, sariawan adalah luka terbuka yang muncul di sekitar jaringan lunak dalam mulut, seperti di bibir dalam, pipi dalam, langit-langit mulut, lidah, serta gusi. Biasanya, sariawan berbentuk bulat atau oval di mana bagian tengahnya berwarna keputihan atau kekuningan, sementara tepiannya berwarna kemerahan.
Sariawan bukanlah penyakit yang menular dan cenderung mudah diobati. Kebanyakan sariawan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Berikut ini beberapa gejala sariawan, seperti dikutip dari Cleveland Clinic:
Satu atau lebih luka yang menyakitkan
Sensasi terbakar atau kesemutan
Ulkus bulat kecil berwarna putih, abu-abu atau kuning dengan tepian merah
Dalam kasus yang parah, kamu mungkin akan mengalami:
Demam
Lemas
Pembengkakan kelenjar getah bening
Baca juga: Ratain Gigi Maju Anti Drama Tanpa Behel, Gak Bikin Sakit Gigi!
Gejala Sariawan
Beberapa dari kamu mungkin saja tidak sadar saat mengalami sariawan. Namun, secara perlahan bisa saja menimbulkan gejala sebagai berikut:
Ada rasa terbakar di lidah
Bagian dalam mulut dan tenggorokan berwarna merah
Ada rasa kurang nyaman saat menelan makanan
Rasa tidak nyaman di dalam mulut
Ada luka berwarna putih yang muncul di lidah
Memungkinkan terjadi pendarahan ringan saat tergores.
Apa Penyebab Sariawan?
Menurut para ahli, ada beberapa faktor penyebab sariawan. Simak penjelasannya berikut ini!
1. Kebiasaan Menyikat Gigi Terlalu Keras
Penyebab sariawan yang pertama adalah karena kebiasaan menyikat gigi yang terlalu keras. Sadar atau tidak, kebiasaan ini bisa menyebabkan gusi dan jaringan lunak di dalam mulut terluka hingga mungkin berdarah.
Perlu dipahami jika rongga mulut terdiri dari jaringan lunak yang tipis. Itulah sebabnya, gesekan dan benturan keras yang mengenai mulut sangat mungkin menyebabkan sariawan.
2. Pemasangan Behel atau Kawat Gigi
Menurut Mayo Clinic, salah satu efek samping dari pemasangan behel atau kawat gigi adalah sariawan. Efek samping ini biasanya muncul di minggu awal pemakaian atau setelah kawat gigi dikencangkan.
Sariawan karena behel terjadi karena gesekan antar kawat atau bracket dengan sisi dalam pipi, gusi, lidah atau bibir dapat menyebabkan luka. Nah, luka inilah yang menjadi penyebab sariawan.
3. Iritasi pada Mulut
Penyebab sariawan selanjutnya adalah karena cedera atau iritasi di dalam mulut. Iritasi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti lidah atau bibir tergigit ketika mengunyah makanan, hingga lidah tergores makanan yang tajam seperti keripik. Selain itu, pemasangan gigi palsu yang tidak pas hingga menyebabkan iritasi juga bisa memicu timbulnya sariawan.
4. Alergi Makanan
Tak hanya membuat tubuh menjadi gatal, ternyata alergi makanan juga bisa menjadi penyebab sering sariawan. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespon makanan yang sebenarnya tidak berbahaya. Ada sejumlah makanan yang paling sering menyebabkan alergi, seperti susu, telur, hingga makanan laut.
Baca juga: Gejala Stres Bisa Dilihat dari Mulut, Apa Saja Tanda-Tandanya?
5. Kekurangan Vitamin
Kekurangan vitamin adalah salah satu alasan mengapa sering sariawan. Ya, asupan vitamin B3, B9, dan B12 yang rendah bisa menjadi penyebab sering sariawan. Bahkan, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa asupan zinc, kalsium, dan zat besi yang rendah bisa memicu atau memperparah sariawan.
Nah, ketika kekurangan vitamin tersebut, tubuh akan lebih mudah untuk terserang penyakit termasuk mengalami sariawan.
6. Penggunaan Bahan Kimia pada Pembersih Gigi
Produk pembersih gigi, seperti pasta gigi atau obat kumur merupakan dua hal penting yang bisa membantu merawat kebersihan gigi dan mulut. Namun sayangnya, bahan kimia yang ada di dalam produk pembersih gigi tersebut bisa memicu sariawan, misalnya Sodium lauryl sulfate (SLS).
Pada beberapa orang, kandungan SLS yang ada di dalam pasta gigi atau obat kumur bisa menyebabkan iritasi dan pada akhirnya menjadi sariawan.
7. Penyakit Tertentu
Menurut situs WebMD, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena penyakit HIV/AIDS atau kanker cenderung lebih mudah mengalami sariawan. Selain itu, sejumlah penyakit lain seperti lupus, penyakit Behcet, penyakit Celiac, ulcerative colitis, dan penyakit Crohn juga bisa menjadi penyebab seseorang sering mengalami sariawan.
9. Behel atau Kawat Gigi
Menurut penelitian dari National Library of Medicine terdapat 55% pasien yang mengalami sariawan saat perawatan ortodontik. Bahkan, sekitar 95% pasien mengalami nyeri saat menggunakan behel. Karenanya, perlu perawatan yang baik saat kamu sedang menjalani perawatan ortodontik agar tidak mengalami nyeri atau sariawan.
Baca juga: Ratain Gigi Berantakan Tanpa Behel, Gak Bikin Sariawan
Jenis Obat Sariawan
Tidak kuat menahan rasa nyeri saat sariawan. Berikut jenis obat sariawan yang dapat mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhannya:
1. Obat salep
Kamu bisa menggunakan obat salep dengan mengoleskan di atas sariawan. Jenis obat ini dapat mengurangi rasa nyeri pada sariawan yang disebabkan oleh iritasi atau cedera pada mulut.
2. Obat spray
Selain salep, kamu juga bisa menggunakan spray khusus untuk sariawan untuk mempercepat penyembuhan sariawan. Jenis obat spray biasanya digunakan untuk sariawan yang lebih kecil.
3. Obat kumur
Obat kumur mampu mengatasi sariawan yang lebih besar dan membunuh bakteri penyebab sariawan. Obat kumur juga berfungsi untuk mengurangi pembengkakan akibat sariawan. Gunakan obat kumur dengan tepat dan jangan ditelan.
4. Tablet herbal
Tablet herbal yang terdiri dari kombinasi daun-daunan juga terbilang efektif untuk mengatasi sariawan. Kamu bisa menggunakan tablet herbal tanpa anjuran dokter. Namun, gunakan tablet herbal ini sesuai anjuran yang tertera pada kemasan.
5. Tablet isap
Untuk mengatasi sariawan akibat infeksi bakteri atau jamur yang ringan, kamu bisa mengonsumsi tablet isap yang mengandung dequalinium chloride. Tablet isap ini diketahui dapat mengurangi peradangan dan rasa nyeri saat sariawan.
Selain mengonsumsi lima jenis obat di atas, kamu disarankan untuk konsumsi banyak buah dan sayur untuk menambah kandungan vitamin C pada tubuh saat mengalami sariawan. Jangan lupa tetap rutin menyikat gigi dengan sikat yang lembut, perbanyak air putih, serta hindari makanan yang pedas atau asam untuk mencegah sariawan bertambah parah.
Itulah penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi sariawan. Jika kamu memiliki keluhan terkait sariawan atau kondisinya semakin parah seperti lukanya semakin membesar, kesulitan makan atau minum yang ekstrem, hingga demam tinggi disertai sariawan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi terdekat sedini mungkin. Salah satu yang bisa kamu datangi adalah Klinik Rata.
Di Klinik Rata, kamu bisa melakukan berbagai perawatan gigi dan mulut yang dibutuhkan. Mulai dari perawatan untuk memperbaiki kerusakan gigi, perawatan ortodontik, hingga perawatan untuk meratakan gigi secepat 3-6 bulan* dengan Aligner™ Rata.
Rata juga memiliki tim dokter gigi profesional yang akan membantu memperbaiki kondisi kesehatan gigi kamu. Jadi tunggu apalagi? Yuk, segera jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata! Cek website dan Instagram @rata.id untuk info lengkapnya.
Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat
Cari tahu daftar alamat Klinik Rata terdekat jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!
Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners
Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.
Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120
Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241
Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di Bali? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di daerah Kuta, Bali dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
komentar
Belum ada komentar
Jadi yang pertama memberikan komentar