Gigi Retak: Penyebab, Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasinya
Gigi retak atau patah bisa terjadi kapan saja akibat benturan keras atau tekanan yang berlebihan. Biasanya, gigi retak akan menyebabkan rasa sakit saat mengunyah serta ngilu saat konsumsi makanan atau minuman yang bersuhu ekstrem. Sayangnya, kondisi ini sering dianggap remeh, padahal bisa menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani.
Penyebab Gigi Retak
Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan gigi retak. Berikut beberapa penyebab yang paling umum dan sering terjadi:
Kecelakaan atau benturan keras yang menyebabkan gigi retak atau patah
Kebiasaan menggigit benda keras seperti kuku atau mengunyah es batu
Gigi berlubang yang tidak segera ditambal
Gigi sehat yang berada di antara gigi ompong, karena menerima tekanan lebih besar saat mengunyah
Kebiasaan bruxism yang memberikan tekanan tinggi
Sering konsumsi makanan atau minuman bersuhu ekstrem dan mengikis enamel gigi
Penyakit gusi, seperti gingivitis yang dapat menyebabkan pengeroposan tulang gigi
Gejala Gigi Retak
Apa saja gejala gigi retak yang bisa kamu amati? Gejala yang terjadi saat kamu memiliki gigi retak bisa berbeda-beda. Hal ini tergantung pada jenis keretakan dan tingkat keparahannya. Berikut adalah gejala umum gigi retak yang bisa terjadi kepada kamu:
Nyeri saat mengunyah makanan
Gigi lebih sensitif terhadap minuman dan makanan terlalu panas atau dingin
Gigi sering terasa ngilu
Pembengkakan gusi di sekitar gigi yang retak
Terdapat perubahan pada bentuk gigi
Jika kamu mengalami beberapa gejala ini, terutama disertai dengan rasa nyeri pada saat mengunyah yang berlangsung lama, segera periksakan gigi kamu. Kondisi ini bisa menjadi tanda masalah pada gigi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Segera konsultasikan kondisi gigi kamu ke dokter untuk pemeriksaan mendalam.
Baca juga: 5 Masalah Gigi Terbanyak di Indonesia
Jenis-Jenis Gigi Retak
Gigi retak tidak selalu diikuti oleh gejala sebelumnya. Ada baiknya, kamu mengetahui beberapa jenis gigi retak agar dapat memilih tindakan apa yang sesuai dengan kondisinya.
1. Craze Lines
Kondisi ini merupakan tahap awal gigi retak. Di mana terjadi retakan kecil yang hanya mengenai lapisan enamel terluar gigi. Biasanya, jenis gigi retak ini tidak akan menimbulkan rasa sakit dan memerlukan perawatan serius. Namun, pada beberapa kasus masih menyebabkan gigi lebih sensitif terhadap suhu ekstrem.
2. Fractured Cusp
Apabila kamu pernah melakukan tambal gigi, lalu mengalami keretakan, kondisi ini yang disebut dengan Fractured Cusp. Jenis gigi retak ini biasanya terjadi pada gigi yang pernah ditambal. Meskipun, gigi retak ini tidak mengganggu pulpa gigi, namun perlu perawatan agar tidak menimbulkan masalah serius.
3. Gigi Terbelah
Jika gigi sudah sampai terbelah, maka keretakan ini sudah bergerak dari permukaan gigi ke bawah garis gusi. Apabila gigi retak terus meluas, khawatirnya gigi tidak mungkin bisa diselamatkan dan mengharuskan dilakukan pencabutan gigi.
4. Fraktur Akar Vertikal
Jenis gigi retak ini terjadi di bawah garis gusi dan bergerak ke atas. Kondisi ini lebih serius dibandingkan yang sebelumnya. Hal ini dikarenakan bisa menyebabkan infeksi dan harus melakukan pencabutan gigi.
5. Gigi Retak Akibat Akar yang Miring
Gigi retak karena hal ini terjadi di bawah garis gusi bahkan di bawah tulang rahang. Kondisi ini merupakan gigi retak yang paling sering membutuhkan pencabutan gigi.
Baca juga: Ringan, Sedang, dan Berat, Mana Tingkat Keparahan Gigi Berjejal?
5 Cara Mengatasi Gigi Retak
Cara mengatasi gigi retak akan bergantung pada jenis gigi retak dan tingkat keparahannya. Berikut adalah beberapa cara mengatasi gigi retak yang dapat kamu lakukan:
1. Tambal Gigi
Jika retak pada gigi tidak terlalu besar, dokter gigi akan merekomendasikan tambal gigi dengan bahan komposit sewarna gigi untuk memperbaiki fungsi dan penampilan gigi. Tambal gigi dapat mengembalikan gigi retak ke bentuk semula.
2. Veneer Gigi
Veneer gigi diketahui dapat memperbaiki bentuk gigi yang kurang sempurna. Salah satunya adalah gigi retak atau patah. Veneer gigi merupakan salah satu pilihan yang terbaik untuk mengatasi gigi retak ringan hingga sedang, terutama pada gigi di bagian depan.
3. Crown Gigi
Untuk gigi retak yang lebih besar, crown gigi bisa menjadi solusi. Crown gigi berfungsi untuk melindungi gigi yang rusak dan terbuat dari bahan porselen, keramik, atau logam. Tidak perlu menunggu lama, perawatan ini hanya memakan waktu beberapa minggu.
4. Perawatan Saluran Akar
Apabila gigi retak sudah mencapai pulpa gigi, maka perawatan saluran akar perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi. Tindakan ini juga berfungsi mempertahankan fungsi gigi, agar tidak dicabut. Setelah itu, crown bisa dipasang untuk memperbaiki gigi retak.
5. Cabut Gigi
Tindakan ini merupakan opsi terakhir, jika kerusakan gigi sudah sangat parah. Apabila gigi retak tidak bisa diperbaiki lagi, maka cabut gigi harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi dan komplikasi lebih lanjut.
Baca: Mengenal Restorasi Gigi dan Jenis-jenisnya
Cara Mencegah Gigi Retak
Tidak ingin hal ini terjadi kepadamu? Ada baiknya untuk mencegah gigi retak dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berikut 5 cara untuk mencegah terjadinya gigi retak:
Hindari mengunyah makanan yang terlalu keras
Selalu jaga kebersihan gigi dengan rutin menyikat gigi dan flossing dua kali sehari
Kontrol gigi rutin setiap enam bulan
Gunakan pelindung gigi, terutama bagi kamu yang mengalami bruxism
Jika ada gejala awal gigi retak, segera konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat
Berikut penjelasan lengkap tentang gigi retak. Untuk mencegah hal ini terjadi kepada kamu, silakan rutin kontrol gigi di klinik kami agar bisa mendeteksi dini masalah gigi dan mulut. Selain itu, kamu bisa melakukan perawatan meratakan gigi dengan Aligner™ Rata.
Aligner™ Rata dapat meratakan gigi hanya dalam 3-6 bulan* tanpa behel, untuk mendapatkan senyum terbaik. Untuk informasi lebih lanjut silakan follow Instagram @rata.id.
Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat
Cari tahu daftar alamat Klinik Rata terdekat jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!
Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners
Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.
Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120
Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241
Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di Bali? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di daerah Kuta, Bali dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
komentar
Belum ada komentar
Jadi yang pertama memberikan komentar