icon
Rata
Homepage/Artikel/Kesehatan Gigi Dan Mulut/Ini Kondisi Gigi yang Tidak Bisa Dibehel, Adakah Solusinya?/

Ini Kondisi Gigi yang Tidak Bisa Dibehel, Adakah Solusinya?

Gigi yang Tidak Bisa Dibehel
dok. Envato

Banyak orang baru sadar kondisi giginya bermasalah saat ingin mulai perawatan behel. Sudah niat meratakan gigi, tapi justru mendapat kabar kalau giginya tidak bisa dibehel. Di titik ini, wajar kalau muncul rasa bingung, kecewa, bahkan takut giginya akan terus seperti itu selamanya. Apalagi saat gigi mulai mengganggu fungsi kunyah, bicara, atau kepercayaan diri.

Padahal, gigi yang tidak bisa dibehel bukan berarti tidak bisa diratain sama sekali. Ada beberapa kondisi tertentu yang membuat perawatan behel tidak disarankan, tetapi tetap ada opsi perawatan lain yang bisa dipertimbangkan. Di artikel ini, kita akan membahas kondisi gigi yang tidak bisa dibehel, penyebabnya, dan apakah masih ada solusi aman untuk meratakan gigi tanpa harus memaksakan perawatan yang berisiko.

Kondisi Gigi yang Tidak Bisa Dibehel

Banyak orang baru sadar kondisi giginya tidak bisa dibehel. Saat konsultasi, tidak sedikit yang kaget ketika dokter bilang giginya belum atau bahkan tidak bisa langsung dibehel. Padahal secara kasat mata terlihat “baik-baik saja”. Faktanya, ada beberapa kondisi medis tertentu yang membuat perawatan behel berisiko jika dipaksakan. Nah, berikut ini kondisi gigi yang tidak bisa dibehel beserta penjelasannya.

1. Gigi dengan infeksi aktif atau abses

Abses gigi menandakan adanya infeksi serius di akar gigi atau jaringan sekitarnya. Jika behel dipasang saat infeksi belum ditangani, tekanan dari pergerakan gigi bisa memperparah nyeri, memperluas infeksi, bahkan merusak jaringan tulang. Karena itu, infeksi harus disembuhkan total terlebih dulu sebelum masuk ke perawatan ortodonti.

2.  Penyakit gusi (periodontitis) yang belum terkontrol

Periodontitis menyebabkan gusi meradang dan tulang penyangga gigi menyusut. Dalam kondisi ini, gigi sebenarnya sudah tidak sekuat kelihatannya. Pemasangan behel justru bisa membuat gigi menjadi goyang atau lepas karena tidak punya fondasi yang stabil. Perawatan gusi wajib dilakukan dan dikontrol sebelum mempertimbangkan behel.

Baca juga: Berbagai Jenis Behel Gigi Berdasarkan Fungsi dan Materialnya

3. Gigi berlubang parah atau struktur gigi rapuh

Gigi dengan lubang besar, tambalan bocor, atau retakan tidak siap menerima tekanan ortodontik. Jika dipaksakan, risiko nyeri, patah gigi, hingga infeksi lanjutan akan meningkat. Biasanya dokter akan menyarankan penambalan ulang atau perawatan saluran akar terlebih dulu.

4. Kelainan rahang berat

Pada beberapa kasus, masalah utama bukan hanya posisi gigi, tapi struktur rahang atas dan bawah yang tidak seimbang. Behel saja tidak cukup untuk memperbaiki fungsi kunyah maupun estetika wajah. Kondisi ini sering membutuhkan perawatan multidisiplin, termasuk tindakan bedah rahang.

5. Gigi impaksi atau posisi gigi ekstrem

Gigi impaksi adalah gigi yang terjebak di dalam gusi atau tulang dan tidak tumbuh normal. Jika posisinya terlalu dalam atau miring ekstrem, behel konvensional tidak selalu efektif. Dokter perlu mengevaluasi apakah diperlukan tindakan tambahan sebelum gigi bisa diratakan.

6. Kebersihan mulut yang buruk dan sulit dijaga

Perawatan behel menuntut kebersihan mulut yang sangat baik. Jika plak dan karang gigi sudah menumpuk dan kebiasaan membersihkan gigi masih buruk, risiko gigi berlubang dan radang gusi selama perawatan akan meningkat drastis. Dalam kondisi ini, dokter biasanya akan menunda pemasangan behel sampai kebersihan mulut membaik.

Baca juga: Cara Kerja Aligner dalam Meratakan Gigi, Lebih Praktis dari Behel

Alternatif Meratakan Gigi Tanpa Behel dengan Clear Aligners™

Clear Aligners™ adalah alat perawatan ortodonti berbentuk cetakan transparan yang dirancang khusus sesuai kondisi gigi tiap pasien. Aligner gigi bekerja dengan memberikan tekanan lembut dan bertahap untuk menggeser gigi ke posisi yang lebih ideal. Karena dibuat custom dan bisa dilepas-pasang, aligner jadi pilihan populer untuk meratakan gigi tanpa behel.

Dibandingkan behel konvensional, Clear Aligners™ punya beberapa keunggulan utama. Aligner hampir tidak terlihat saat dipakai, lebih nyaman di mulut, dan minim risiko sariawan atau iritasi pada gusi. Proses makan dan menjaga kebersihan gigi juga jauh lebih mudah karena aligner bisa dilepas saat makan dan menyikat gigi. Selain itu, progres perawatan biasanya lebih terprediksi karena setiap set aligner dirancang mengikuti rencana pergerakan gigi yang jelas.

Untuk kondisi gigi tertentu yang tidak bisa atau kurang disarankan menggunakan behel, Clear Aligners™ sering menjadi alternatif yang lebih aman dan fleksibel. Dengan kontrol rutin dari dokter gigi, aligner dapat memberikan hasil yang efektif tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun penampilan. Inilah alasan mengapa Clear Aligners™ kini dianggap sebagai solusi modern yang praktis untuk meratakan gigi, terutama bagi pasien yang mengutamakan kenyamanan dan estetika.

Itulah beberapa kondisi gigi yang tidak disarankan menggunakan behel. Jika kondisi gigimu termasuk di antaranya dan kamu tetap ingin meratakan gigi dengan cara yang lebih nyaman, Clear Aligners™ bisa menjadi solusi alternatif. Aligner™ Rata layak dipertimbangkan sebagai pilihan perawatan yang dirancang menyesuaikan kebutuhan gigimu.

Rata adalah brand Clear Aligners™ nomor satu di Indonesia yang telah dipercaya oleh lebih dari 70.000 Happy Customers yang ingin mendapatkan gigi rata dalam waktu 3-6 bulan* saja. Aligner™ Rata bisa menangani berbagai kasus maloklusi atau gigi berantakan, mulai dari gigi renggang, gigi berjejal, gigi gingsul, overbite (gigi tonggos), deep bite (gigitan dalam), crossbite (gigitan silang), hingga open bite (gigitan terbuka). 

Namun, sebelum memulai perawatan Aligner™ Rata, ada baiknya mengkonsultasikan terlebih dahulu kasus gigimu dengan dokter gigi Rata ya! Menariknya, di Rata kamu bisa berkonsultasi seputar pemakaian Aligner dengan dokter gigi secara GRATIS, lho! 

Jadi tunggu apalagi? Yuk, segera jadwalkan konsultasi online dan cetak aligner gigi kamu yang dipandu oleh dokter gigi Rata! 

Cek cara konsultasi Rata dan jangan lupa untuk ikuti Instagram @rata.id untuk info promo terbaru atau kamu bisa kunjungi langsung klinik gigi Rata terdekat kamu. Berikut rekomendasi klinik gigi & Clear Aligners™ Rata.

Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat


Simak daftar alamat Klinik Rata terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!

Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners

Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.

Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120

Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners

Mencari klinik gigi di Bali? Klinik Rata Bali hadir untuk menjawab kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut kamu. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai perawatan untuk meratakan gigi tanpa behel dengan Clear Aligners™ Rata, ya!

Alamat:Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners

Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.

Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241, Indonesia.

Segera jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata! Cek website Rata dan Instagram @rata.id untuk info lengkap. Hubungi tim Rata dengan klik tombol WhatsApp di bawah layar, ya!


komentar

0/1000

Belum ada komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar