icon
Rata
Homepage/Artikel/Kesehatan Gigi Dan Mulut/Susunan Gigi Anak Berantakan? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Berikut!/

Susunan Gigi Anak Berantakan? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Berikut!

kebiasaan penyebab susunan gigi anak berantakan
dok. Rata Indonesia

Saat anak masih memiliki gigi susu, mungkin saja tidak terlalu bermasalah jika susunan giginya cenderung berantakan. Namun, seiring berjalannya usia anak, bentuk mulut dan rahang akan berubah, begitu pun dengan susunan gigi mereka. 


Pada sebagian kasus, gigi anak akan tumbuh dengan optimal. Namun, beberapa ada kasus yang mana gigi anak bisa tumbuh berjejal. Perubahan ini biasa terjadi pada usia 3 hingga 6 tahun pertama.


Baca juga: Gigi Anak Berantakan: Ini Penyebab dan Pencegahannya!


Penyebab gigi anak berjejal 

Terdapat beberapa penyebab anak memiliki gigi susu yang tumbuh berjejal. Berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi gigi mereka. 


1. Faktor genetik 

Faktor genetik merupakan alasan yang paling umum terjadi. Jika orang tua memiliki gigi berjejal, bisa saja mengakibatkan si kecil memiliki gigi susu yang tumbuh tidak sejajar. 


2. Mendorong lidah 

Kebiasaan mendorong lidah saat menelan makanan juga bisa menjadi faktor penyebab gigi anak tumbuh berjejal. Hal ini dapat mempengaruhi cara anak menggigit makanan dan mendorong gigi ke depan. Akibatnya, gigi susu menjadi tidak sejajar.


3. Memiliki gigi tambahan

Gigi tambahan atau biasa disebut gigi mesiodens mungkin saja muncul di antara dua gigi depan atas. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah perkembangan pada gigi lainnya, sehingga gigi tersebut sebaiknya dicabut.


Baca juga: Gigi Anak Tumbuh Berantakan? Ini Pentingnya Meratakan Gigi Sedini Mungkin! 


Kebiasaan buruk yang menyebabkan susunan gigi anak berantakan

Selain faktor di atas, terdapat beberapa kebiasaan buruk anak yang dapat menyebabkan susunan gigi berantakan pada anak sebagai berikut.


1. Mengemut jari 

Anak yang hobi mengemut jari sebenarnya tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan terus menerus, kebiasaan tersebut dapat mempengaruhi struktur gigi anak hingga dewasa


Secara tidak sadar, gigi bagian atas akan terdorong ke depan. Sebaliknya, gigi bawah terdorong ke belakang. Dalam jangka panjang kondisi ini dapat menyebabkan gigi tonggos.


2. Menggigit bibir bawah 

Kebiasaan menggigit bibir bawah ternyata juga bisa menyebabkan gigi berantakan pada anak. Kebiasaan buruk ini juga menjadi salah satu penyebab gigi tonggos. 


3. Ngedot/ngempeng terlalu lama 

Terlalu lama menggunakan botol susu atau empeng dapat menimbulkan masalah gigi pada anak. Tidak hanya membuat gigi berantakan, gigi anak pun menjadi lebih rentan mengalami kerusakan. 


Penggunaan dot terlalu lama mampu mengubah bentuk rahang. Anak dalam masa pertumbuhan gigi, jika menggunakan empeng atau dot terus menerus dapat menyebabkan gigi maju dan merusak jaringan gigi.


Baca juga: Kelebihan Clear Aligners™ vs Kawat Gigi untuk Anak 


4. Menggunakan gigi mengigit benda keras 

Anak sering menggigit benda keras dengan gigi? Kebiasaan merobek kantong makanan, membuka tutup botol, atau benda keras lainnya bisa berdampak buruk pada pertumbuhan gigi. Kebiasaan ini bisa menimbulkan trauma gigi, yang pada akhirnya menyebabkan tepi gigi menjadi lemah bahkan mudah patah. 


5. Menggeratakkan gigi (bruxism)

Menggeretakkan gigi (bruxism) menjadi salah satu kebiasaan buruk yang membuat gigi anak mudah rusak. Kebiasaan ini biasa muncul saat anak mengalami stres atau cemas. Kasus ini juga bisa terjadi bagi anak yang memiliki gigitan tidak normal atau pun gigi tonggos