icon
Rata
Homepage/Artikel/Kesehatan Gigi Dan Mulut/Sakit Gigi saat Hamil, Normalkah? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya/

Sakit Gigi saat Hamil, Normalkah? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Penyebab Sakit Gigi Pada Ibu Hamil; Sakit gigi pada ibu hamil apakah kekurangan kalsium; Sakit gigi saat hamil apakah bawaan bayi; Berapa lama sakit gigi pada ibu hamil
dok. Envato

Ditinjau secara medis oleh: drg. Jessica Endriyana M Si



Sakit gigi saat hamil, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari? Jangan dianggap sepele! Kondisi ini bisa memengaruhi proses tumbuh dan kembang janin kamu, lho!


Selain pusing dan muntah-muntah, sakit gigi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil. Gangguan ini biasanya terjadi pada bulan kedua hingga kedelapan kehamilan.


Berapa lama sakit gigi pada ibu hamil? Biasanya, sakit gigi pada ibu hamil bersifat sementara dan akan membaik setelah melahirkan (ketika hormon tubuh kembali normal). 


Perubahan tubuh selama hamil tidak bisa dikendalikan, tapi kamu tetap bisa menjaga kesehatan gigimu dengan baik! Lakukan pembersihan gigi secara rutin selama kehamilan dan segera beritahu dokter gigi jika merasakan nyeri pada gigi atau gusi.


Menurut ahli, kehamilan trimester kedua (minggu ke 14-26) merupakan waktu terbaik bagi ibu hamil untuk melakukan perawatan gigi dan mulut. Biasanya, dokter gigi akan berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan perawatan yang aman dan sesuai bagi ibu hamil.


Namun, apa penyebab sakit gigi pada ibu hamil? Simak informasi lengkapnya dalam artikel di bawah ini!



Baca juga: Apakah Behel Harus Dilepas Saat hamil? Ini Kata Dokter!


Penyebab Sakit Gigi saat Hamil

Kenapa ibu hamil sakit gigi? Sakit gigi selama masa kehamilan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, berikut di antaranya:


1. Peningkatan kadar hormon progesteron

Kadar hormon progesteron selama masa kehamilan dapat meningkatkan hingga 10 kali lipat dari biasanya. Kondisi ini bisa mendukung pertumbuhan bakteri penyebab plak dan sakit gigi saat hamil.


Bakteri yang tumbuh secara berlebihan ini bisa menginfeksi gusi dan menyebabkan gingivitis (radang gusi). Hal inilah yang menyebabkan gusi mudah berdarah, bengkak dan gigi sakit saat hamil.


2. Perbedaan pH air liur saat hamil

Penyebab sakit gigi saat hamil kedua adalah perbedaan pH air liur saat hamil. Selama masa kehamilan, bumil memiliki pH air liur yang lebih asam dari biasanya. Suasana asam ini sangat disukai oleh bakteri penyebab sakit gigi. 


Kebersihan gigi dan mulut yang buruk sendiri bisa mendukung pertumbuhan bakteri. Akibatnya, bumil bisa berisiko untuk mengalami sakit gigi saat hamil.


3. Perubahan sistem kekebalan tubuh

Selama masa kehamilan, tubuh secara otomatis melemahkan pertahanan dirinya. Tujuannya agar janin tidak dianggap sebagai benda asing, sehingga ia bisa tetap hidup dengan baik. Namun, penurunan kekebalan tubuh ini membuat ibu hamil rentan terserang penyakit. Salah satunya adalah penyakit pada gigi dan mulut yang membuat ibu hamil kerap merasa sakit gigi selama masa kehamilan.


4. Sering muntah selama masa kehamilan

Saat hamil, bumil sering mengalami keluhan mual dan muntah-muntah. Ketika muntah isi lambung yang berupa campuran asam lambung dan makanan serta minuman bisa mengenai gigi dan gusi. 


Ternyata hal ini bisa membuat enamel gigi pada ibu hamil menjadi rusak dan meningkatkan risiko terjadinya gigi berlubang. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk berkumur dengan air putih setiap habis muntah, dilanjutkan dengan menyikat gigi. 


5. Kekurangan kalsium

Penyebab sakit gigi pada ibu hamil yang terakhir adalah kekurangan kalsium. Kekurangan kalsium pada ibu hamil bisa terjadi karena pola makan yang kurang sehat atau karena ibu hamil mengalami morning sickness yang parah. 


Kurangnya asupan kalsium berisiko menyebabkan masalah pada tulang dan gigi ibu hamil, serta mengganggu pembentukan jaringan tulang dan gigi pada janin. Untuk mencegah hal ini terjadi, ibu hamil bisa mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi kalsium seperti susu, keju, yogurt, ikan teri, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.


6. Penumpukan plak

Selama kehamilan, tubuh terkadang mengalami perubahan dalam merespons plak secara alami. Jika tubuh berhenti melawan plak, maka plak bisa mulai menumpuk di gigi dan gusi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi, yang pada akhirnya bisa memicu gigi berlubang dan berbagai masalah kesehatan mulut lainnya.

7. Penyakit gusi

Sekitar 75% ibu hamil mengalami gangguan gusi yang dikenal sebagai gingivitis kehamilan. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit periodontal, yaitu infeksi gusi yang lebih serius dan harus ditangani oleh dokter gigi.



Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Menggunakan Alat Pemutih Gigi?

Jenis-jenis Sakit Gigi Pada Ibu Hamil

Seperti yang sudah disebutkan, sakit gigi saat hamil adalah hal yang umum terjadi, tapi bukan berarti bisa diabaikan. Justru, kehamilan bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan mulut karena berbagai faktor, seperti kenaikan kadar hormon (progesteron dan estrogen), perubahan pola makan, serta kebiasaan menyikat dan membersihkan gigi yang ikut berubah.


Beberapa ibu hamil juga mengalami kondisi yang disebut sariawan kehamilan (pregnancy thrush), yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur berlebih pada lidah dan bagian dalam pipi. Tanda-tanda yang bisa dikenali biasanya berupa noda putih susu di dalam mulut.

Masalah umum lainnya adalah gusi bengkak, yang lagi-lagi disebabkan oleh perubahan hormon. Hormon kehamilan merangsang aliran darah ke area sensitif di mulut, sehingga menimbulkan rasa nyeri atau gigi menjadi lebih sensitif.


Penyebab lain dari nyeri gigi saat hamil bisa berasal dari gigi bungsu, yang kadang mulai bermasalah saat tubuh mengalami perubahan selama kehamilan. Biasanya ini dipicu oleh peningkatan aliran darah dan perubahan hormon. Lalu, apakah gigi bungsu boleh dicabut saat hamil? Kabar baiknya, bisa. Pencabutan gigi bungsu aman dilakukan saat hamil, meskipun waktu yang paling disarankan adalah pada trimester kedua.



Pentingnya Nutrisi untuk Kesehatan Gigi Selama Kehamilan

Asupan nutrisi yang cukup selama kehamilan sangat penting—bukan cuma untuk kesehatan ibu, tapi juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk gigi dan tulangnya. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi 1.200–1.500 mg kalsium per hari agar kebutuhan kalsium tubuh dan janin terpenuhi. 


Sumber kalsium terbaik bisa didapat dari susu, produk olahan susu, serta sayuran hijau. Kalau pola makan terjaga dan ibu rutin merawat kesehatan gigi, maka risiko masalah gigi saat hamil bisa dicegah.


Pembentukan gigi bayi dimulai sejak minggu ke-5 hingga minggu ke-6 kehamilan, jadi nutrisi sejak awal sangat penting. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan (seperti peningkatan hormon placental lactogen dan IGF-1) juga ikut memengaruhi kadar mineral di gigi ibu, terutama kalsium dan magnesium.


Tips pola makan untuk menjaga kesehatan gigi selama hamil:

  • Konsumsi makanan seimbang yang mengandung vitamin A, C, D, kalsium, dan fosfor, seperti buah, sayur, susu, ikan, daging, dan telur

  • Kurangi konsumsi gula, terutama camilan manis di antara waktu makan

  • Hindari makanan lengket seperti buah kering manis dan permen karamel

Nutrisi yang baik bukan hanya bisa bantu mencegah masalah gigi pada ibu, tapi juga mendukung pembentukan enamel (lapisan luar gigi) janin.



Itulah informasi mengenai penyebab sakit gigi pada ibu hamil dan cara mencegahnya. Sakit gigi saat hamil memang sangat mengganggu. Jika ibu hamil mengalami sakit gigi karena gigi berlubang atau masalah lainnya, sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi obat untuk meredakannya.


Ada beberapa jenis obat pereda nyeri yang termasuk golongan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) yang tidak dianjurkan penggunaannya pada ibu hamil. Pasalnya, obat-obatan tersebut berisiko menyebabkan bayi lahir cacat dan keguguran.


Oleh karena itu, untuk menentukan pengobatan yang tepat dan aman dalam mengobati gigi sakit saat hamil, termasuk menentukan obat sakit gigi untuk ibu hamil yang aman, bumil dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan atau dokter gigi.


Salah satu dokter gigi berpengalaman yang telah menangani berbagai kasus gigi dan bisa kamu kunjungi adalah Klinik Rata. Di Klinik Rata, kamu bisa melakukan berbagai perawatan gigi dan mulut yang dibutuhkan. Mulai dari perawatan untuk memperbaiki kerusakan gigi, perawatan ortodontik, hingga perawatan untuk meratakan gigi secepat 3-6 bulan* dengan Clear Aligners™ Rata.


Rata juga memiliki tim dokter gigi profesional yang akan membantu memperbaiki kondisi kesehatan gigi kamu.


Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat

Simak daftar alamat Klinik Rata terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!


Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners

Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.


Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120


Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners

Mencari klinik gigi di Bali? Klinik Rata Bali hadir untuk menjawab kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut kamu. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai perawatan untuk meratakan gigi tanpa behel dengan Clear Aligners™ Rata, ya!


Alamat: Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361


Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners

Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.


Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241, Indonesia


Segera jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata! Cek website Rata dan Instagram @rata.id untuk info lengkap. Hubungi tim Rata dengan klik tombol WhatsApp di bawah layar, ya!

komentar

0/1000

Belum ada komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar