Fixed Retainer, Solusi Menjaga Gigi Tetap Rata Setelah Treatment
Setelah selesai meratakan gigi dengan behel atau aligner, banyak orang mengira perawatannya sudah benar-benar selesai. Padahal, ada tahap penting yang tidak boleh dilewatkan, yaitu penggunaan retainer untuk menjaga posisi gigi tetap rata. Salah satu jenis retainer yang cukup sering digunakan adalah fixed retainer atau yang dikenal juga sebagai retainer permanen.
Berbeda dengan retainer lepasan, fixed retainer dipasang menempel di bagian dalam gigi sehingga tidak perlu dilepas-pasang setiap hari. Karena sifatnya permanen, alat ini dapat membantu menjaga posisi gigi tetap stabil dan mengurangi risiko gigi kembali bergeser (relapse) setelah treatment ortodonti selesai. Lalu, bagaimana cara kerja fixed retainer dan seperti apa prosedur pemasangannya? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.
Apa Itu Retainer Permanen?
Retainer permanen atau fixed retainer adalah jenis retainer yang menggunakan kawat tipis dan dipasang secara permanen di bagian belakang gigi. Umumnya, kawat ini ditempel pada enam gigi depan rahang atas atau bawah untuk membantu menjaga posisi gigi tetap stabil setelah perawatan ortodonti selesai. Namun, pada beberapa kasus, fixed retainer juga bisa dipasang hanya pada empat gigi depan, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien.
Karena dipasang di sisi dalam gigi, retainer permanen tidak terlihat dari luar sehingga lebih estetik dan praktis digunakan sehari-hari. Fixed retainer bekerja dengan menahan gigi agar tidak kembali bergeser ke posisi semula setelah selesai memakai behel atau aligner. Itulah sebabnya, jenis retainer ini cukup sering direkomendasikan untuk menjaga hasil perawatan tetap rata dalam jangka panjang.
Baca juga: Apakah Retainer Harus Dipakai Seumur Hidup? Ini Fakta yang Wajib Kamu Tahu!
Cara Kerja Retainer Permanen
Retainer permanen bekerja dengan cara menahan posisi gigi agar tetap stabil setelah selesai menjalani perawatan ortodonti, seperti behel atau aligner. Alat ini menggunakan kawat tipis yang direkatkan di bagian belakang gigi depan, sehingga dapat membantu menjaga gigi agar tidak kembali bergerak atau relapse ke posisi semula. Karena dipasang secara permanen, retainer ini bekerja terus-menerus tanpa perlu dilepas-pasang oleh pasien.
Setelah proses meratakan gigi selesai, jaringan di sekitar gigi sebenarnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan posisi barunya. Pada fase inilah gigi cenderung lebih mudah bergeser kembali. Fixed retainer dapat membantu menahan pergerakan tersebut dengan menjaga posisi gigi tetap pada susunan yang sudah dicapai selama treatment.
Karena letaknya berada di sisi dalam gigi, retainer permanen juga lebih tersembunyi dan tidak mengganggu penampilan saat berbicara atau tersenyum. Meski begitu, pasien tetap perlu menjaga kebersihan gigi dengan baik, terutama di area sekitar kawat retainer, agar tidak terjadi penumpukan plak dan masalah gusi selama penggunaan jangka panjang.
Prosedur Pemasangan Retainer Permanen
Pemasangan retainer permanen biasanya dilakukan setelah perawatan behel atau aligner selesai dan posisi gigi sudah sesuai dengan target yang diinginkan. Prosedur ini tergolong cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya dilakukan pada permukaan belakang gigi. Berikut tahapan umum pemasangan fixed retainer:
Pemeriksaan kondisi gigi
Dokter akan memastikan posisi gigi sudah stabil dan siap dipasang retainer permanen untuk mempertahankan hasil perawatan.
Pembersihan permukaan gigi
Bagian belakang gigi akan dibersihkan terlebih dahulu agar bebas dari plak dan air liur, sehingga bahan perekat dapat menempel dengan optimal.
Penyesuaian kawat retainer
Dokter akan menyesuaikan bentuk kawat mengikuti lengkung dan posisi gigi agar pemasangan terasa nyaman dan presisi.
Pemasangan kawat pada bagian belakang gigi
Kawat tipis akan ditempel menggunakan bahan perekat khusus pada bagian belakang gigi depan, biasanya pada 4–6 gigi.
Penyinaran dengan alat khusus
Setelah perekat diaplikasikan, dokter akan menggunakan sinar khusus untuk mengeraskan bahan perekat agar fixed retainer menempel dengan kuat.
Pengecekan kenyamanan dan gigitan
Setelah terpasang, dokter akan memastikan retainer tidak mengganggu gigitan maupun kenyamanan saat berbicara dan makan.
Baca juga: Panduan Lengkap Retainer Gigi: Jenis, Fungsi, dan Cara Penggunaanya
Jenis-jenis Retainer Gigi di Klinik Rata
Setelah selesai menjalani perawatan aligner atau behel, penggunaan retainer menjadi tahap penting untuk menjaga posisi gigi tetap rapi dan stabil. Di Klinik Rata, tersedia beberapa jenis retainer yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi gigi masing-masing pasien:
1. Clear Retainer
Clear Retainer adalah retainer transparan yang bentuknya menyerupai aligner. Jenis retainer ini cukup populer karena tampilannya lebih estetik dan nyaman digunakan sehari-hari. Clear Retainer bekerja dengan menjaga posisi gigi agar tidak kembali bergeser setelah treatment selesai.
2. Retainer Hawley
Retainer Hawley menggunakan kombinasi kawat tipis dan bahan akrilik yang menempel di langit-langit mulut atau bagian bawah mulut. Jenis retainer ini dikenal lebih kokoh dan dapat dilepas-pasang sesuai kebutuhan. Selain itu, Retainer Hawley juga lebih mudah dibersihkan dan dapat digunakan dalam jangka panjang dengan perawatan yang tepat.
3. Fixed Retainer
Fixed retainer atau retainer permanen menggunakan kawat tipis yang ditempel di bagian belakang gigi. Karena dipasang secara permanen, retainer ini dapat membantu menjaga posisi gigi tetap stabil tanpa perlu dilepas-pasang setiap hari. Jenis ini sering direkomendasikan untuk pasien dengan risiko gigi mudah bergeser kembali (relapse) setelah treatment.
Setiap jenis retainer memiliki fungsi, kelebihan, dan tingkat kenyamanan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memilih retainer yang sesuai dengan kondisi gigi dan kebutuhan perawatanmu. Jika masih bingung menentukan jenis retainer yang cocok, kamu bisa langsung konsultasi dengan dentist di Klinik Rata untuk mendapatkan rekomendasi yang paling tepat.
Jadi tunggu apalagi? Yuk, segera jadwalkan konsultasi! Cek cara konsultasi Rata dan jangan lupa untuk ikuti Instagram @rata.id untuk info promo terbaru atau kamu bisa kunjungi langsung klinik gigi Rata terdekat. Berikut rekomendasi klinik gigi & Clear Aligners™ Rata.
Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat
Simak daftar alamat Klinik Rata terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!
Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners
Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.
Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120
Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners
Mencari klinik gigi di Bali? Klinik Rata Bali hadir untuk menjawab kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut kamu. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai perawatan untuk meratakan gigi tanpa behel dengan Clear Aligners™ Rata, ya!
Alamat:Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241, Indonesia.
Segera jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata! Cek website Rata dan Instagram @rata.id untuk info lengkap. Hubungi tim Rata dengan klik tombol WhatsApp di bawah layar, ya!
komentar
Belum ada komentar
Jadi yang pertama memberikan komentar