icon
Rata
Homepage/Artikel/Kesehatan Gigi Dan Mulut/Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui sebelum Cabut Gigi /

Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui sebelum Cabut Gigi

cabut gigi, kapan boleh makan nasi setelah cabut gigi, kapan kapas boleh dilepas setelah cabut gigi, cabut gigi apakah sakit
dok. Rata Indonesia

Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat menyebabkan kerusakan gigi. Jika dibiarkan terlalu lama, kamu bisa mengalami kerusakan gigi yang parah dan menimbulkan sakit gigi berat, tindakan cabut gigi merupakan solusi terbaik. Terdapat beberapa alasan mengapa kamu perlu tindakan cabut gigi. 

Kondisi yang Mengharuskan Cabut Gigi 

Beberapa alasan ini membuat kamu perlu menjalani tindakan cabut gigi. Hal ini disebabkan oleh alasan medis maupun estetika. Berikut kondisi atau penyakit gigi dan gusi yang memerlukan cabut gigi: 

1. Infeksi gigi 

Nyeri berlebih pada gigi merupakan salah satu gejala dari infeksi gigi. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke gusi dan menyebabkan abses gigi dan gusi. Pada kasus yang sudah parah, infeksi gigi perlu ditangani dengan cabut gigi. 

2. Gigi bertumpuk 

Memiliki gigi bertumpuk dan berantakan perlu melakukan perawatan estetika gigi seperti penggunaan behel atau aligner. Bagi beberapa kasus, pencabutan gigi diperlukan sebelum penggunaan behel. 


Baca juga: Susunan Gigi Bertumpuk pada Orang Dewasa Bisa Diratain Pakai Clear Aligner™?

3. Gigi bungsu 

Gigi bungsu bisa saja tumbuh tidak normal seperti miring ke depan atau belakang, bahkan hanya keluar setengah atau terperangkap di dalam tulang rahang. Kondisi ini membuat rasa tidak nyaman dan rasa nyeri disertai pembengkakan gusi. Karenanya, dokter gigi menyarankan untuk pencabutan gigi bungsu untuk mengatasi masalah tersebut. 

4. Gigi patah 

Gigi patah akibat cedera berat atau kecelakaan butuh tindakan lebih lanjut sebelum kondisi gigi semakin parah. Cabut gigi merupakan tindakan yang bisa diambil saat kamu mengalami gigi patah, sebelum terjadi infeksi. 

5. Infeksi gusi 

Infeksi gusi atau periodontitis menyebabkan kerusakan jaringan di sekitar gusi. Pada kasus tertentu bisa menyebabkan gigi goyang dan cabut gigi menjadi solusinya. 


Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan setelah Jahit Gusi Pasca Cabut Gigi

Prosedur Cabut Gigi

Sebelum mulai cabut gigi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada gigi dan gusi. Dokter akan melakukan foto rontgen gigi untuk memeriksa struktur tulang rahang secara keseluruhan, untuk mendeteksi tingkat keparahan kerusakan gigi kamu. 


Kamu juga perlu menghindari merokok sebelum cabut gigi. Gunakan pakaian longgar dan tidak makan atau minum selama 6-8 jam sebelumnya. Jangan lupa minta keluarga atau teman menemani seluruh prosedur cabut gigi, jika kamu harus mendapatkan tindakan bius total. 


Secara umum, cabut gigi akan terdiri dari beberapa tahap, yakni pemberian anestesi untuk membuat area gigi dan gusi mati rasa. Untuk pencabutan gigi yang tersembunyi di bawah jaringan gusi atau tulang, diperlukan pemotongan gusi atau area tulang yang menghalangi.


Setelah pencabutan, jahitan atau prosedur tambahan lainnya mungkin diperlukan untuk mengontrol pendarahan. Dokter akan menempatkan lapisan kasa di area sekitar gigi dan harus digigit agar darah terserap dan segera berhenti. 

Perhatikan Ini sebelum Cabut Gigi 

Penundaan cabut gigi bisa menjadi pilihan terbaik jika kamu sedang berada pada kondisi berikut: 


  • Hamil pada trimester pertama atau terakhir. 

  • Sedang mengalami demam, mual, atau muntah-muntah pada malam hari sebelum pencabutan gigi.

  • Diabetes atau tekanan darah tinggi yang belum terkontrol, gangguan irama jantung, penyakit ginjal dan hati, leukemia, atau kanker kelenjar getah bening. 


Tindakan cabut gigi juga perlu ditunda jika gusi sedang terinfeksi dan belum diobati. Prosedur cabut gigi juga perlu dilakukan dengan sangat hati-hati jika pasien sedang menjalani kemoterapi. 


Beri tahu dokter gigi, jika kamu menderita kondisi sebagai berikut: 

 

  • Penyakit jantung bawaan 

  • Penyakit tiroid 

  • Gangguan pendarahan, seperti hemofilia 

  • Sistem imun yang lemah, seperti menderita HIV 

  • Baru menjalani operasi 


Pasien juga wajib memberi tahu obat yang sedang dikonsumsi, termasuk suplemen, vitamin, maupun produk herbal rutin. Jika kamu mengonsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin sebaiknya juga dihentikan sementara. Hal ini dapat meningkatkan risiko pendarahan setelah cabut gigi. 

10 Perawatan setelah Cabut Gigi 

Setelah cabut gigi, dokter akan memberikan kain kasa untuk digigit. Hal ini untuk menghentikan pendarahan dan membantu membekukan darah. Biasanya, pasien akan menggigit kain kasa ini selama beberapa jam setelah cabut gigi. 


Jika dokter sudah memastikan kondisi pasien lebih stabil dan efek bius menghilang, kamu bisa pulang dan melakukan perawatan mandiri di rumah. Berikut beberapa perawatan setelah cabut gigi yang dapat dilakukan secara mandiri: 


  • Kompres dingin di tempat gigi dicabut. Lakukan kompres dingin selama 10-15 menit.

  • Minum obat pereda rasa nyeri yang telah diberikan oleh dokter. 

  • Hindari melakukan aktivitas berat selama 1-2 hari setelah cabut gigi. 

  • Pastikan kamu beristirahat dan punya jam tidur yang cukup. 

  • Jangan gunakan sisi gigi yang baru dicabut untuk mengunyah makanan selama beberapa waktu. 

  • Jangan berkumur terlalu kencang pada 24 jam pertama setelah cabut gigi. 

  • Kumur dengan air hangat yang dicampur dengan ½ sendok teh garam atau obat kumur antiseptik dari dokter gigi pada hari kedua setelah cabut gigi. 

  • Jangan mengenai gusi tempat gigi dicabut pada waktu menggosok gigi. 

  • Hindari merokok pada proses penyembuhan. 

  • Hindari menyentuh area cabut gigi dengan lidah. 


Segera konsultasi dengan dokter gigi jika kamu mengalami hal-hal berikut ini setelah cabut gigi: 

  • Demam dan menggigil 

  • Mual, muntah, sulit menelan, dan sulit membuka mulut 

  • Keluar nanah dari tempat gigi dicabut 

  • Nyeri tidak tertahankan 

  • Pendarahan lebih dari 12 jam 

  • Mati rasa pada lidah, bibir, dagu, gusi, atau gigi selama beberapa jam setelah cabut gigi 


Agar terhindar dari pencabutan gigi akibat kerusakan gigi akut, sebaiknya kamu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik. Rutin untuk selalu sikat gigi minimal 2 kali sehari dan ke dokter gigi setiap 6 bulan, agar masalah gigi dan mulut terdeteksi sedini mungkin. 


Untuk informasi lebih lanjut terkait kesehatan gigi dan mulut lainnya, serta penggunaan Aligner™ Rata kamu bisa kunjungi @rata.id. 


Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat


Cari tahu daftar alamat Klinik Rata terdekat jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!


Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners

Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.


Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120


Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners

Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.


Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241


Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners

Tinggal di Bali? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di daerah Kuta, Bali dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.


Alamat: Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361



komentar

0/1000

Belum ada komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar