icon
Rata
Homepage/Artikel/Aligner Gigi 101/Mengapa Pakai Behel Terasa Sakit? Ini Penjelasannya!/

Mengapa Pakai Behel Terasa Sakit? Ini Penjelasannya!

Apakah Pasang Behel Sakit, Berapa Lama Rasa Sakit Setelah Pasang Behel
dok. Envato

Ragu pakai behel karena takut sakit? Kamu tidak sendiri! Banyak orang yang menunda perawatan gigi karena khawatir dengan rasa nyeri yang muncul saat pemasangan atau penyesuaian kawat gigi. Padahal, rasa tidak nyaman ini sebenarnya wajar dan bagian dari proses pergerakan gigi menuju posisi ideal.

Rasa sakit saat pakai behel bisa berbeda-beda pada tiap orang, tergantung kondisi gigi, tipe behel, dan sensitivitas gusi. Selain itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi durasi dan intensitas nyeri, mulai dari tekanan kawat gigi, makanan yang dikonsumsi, hingga perawatan yang dilakukan di rumah. Memahami hal ini penting supaya kamu bisa lebih siap sebelum memulai perawatan.

Apa yang Dirasakan saat Pertama Kali Pasang Behel?

Saat pertama kali memasang behel, wajar jika kamu merasa sakit dan nyeri, terutama pada 1–2 hari pertama. Gigi dan gusi akan merasakan tekanan karena kawat gigi mulai menyesuaikan diri untuk menggerakkan gigi ke posisi ideal. Sensasi ini biasanya seperti gigi “tertekan” atau terasa tegang saat mengunyah, sehingga mengonsumsi makanan yang keras bisa terasa sulit.

Selain itu, kawat dan bracket yang baru dipasang mungkin mulai bergesekan dengan pipi atau bibir, sehingga muncul luka ringan atau iritasi di area tersebut. Menyikat gigi juga mungkin terasa lebih sensitif, jadi disarankan untuk menggunakan sikat berbulu lembut dan makanan yang lunak untuk mengurangi ketidaknyamanan. Tenang saja, rasa sakit ini bersifat sementara dan akan berangsur membaik seiring gigi menyesuaikan diri dengan behel.

Berapa Lama Rasa Sakit Setelah Pasang Behel?

Setelah pemasangan behel, rasa sakit memang tidak hanya muncul pada hari-hari pertama saja. Setiap kali kamu menjalani perawatan rutin, seperti penggantian karet behel atau kawat gigi, gigi akan kembali menerima tekanan baru untuk bergerak ke posisi yang diinginkan. Hal ini wajar terjadi karena gigi harus menyesuaikan diri lagi dengan perubahan tekanan yang diberikan oleh alat ortodontik tersebut.

Rasa sakit atau ketidaknyamanan yang muncul setelah penggantian karet atau kawat biasanya mirip dengan sensasi saat pertama kali behel dipasang. Gigi kamu mungkin terasa agak “tegang”, nyeri saat mengunyah, dan sedikit sensitif saat menyikat gigi. Umumnya, ketidaknyamanan ini berlangsung sekitar 1–2 hari dan akan berangsur membaik seiring gigi menyesuaikan diri.

Penting untuk diingat bahwa intensitas rasa sakit tiap orang dapat berbeda-beda. Beberapa pasien mungkin hanya merasakan sedikit tekanan, sementara yang lain bisa merasakan nyeri lebih nyata, terutama pada gigi yang baru dipindahkan atau diberi tekanan lebih besar. Untuk mengurangi ketidaknyamanan, disarankan mengonsumsi makanan yang lunak, menggunakan obat pereda nyeri bila perlu, dan tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan sikat berbulu lembut serta flossing.

Ingat, rasa nyeri ini menandakan bahwa gigi bergerak sesuai rencana perawatan, dan setiap ketidaknyamanan bersifat sementara. Konsultasikan ke dokter gigi jika rasa sakit terasa terlalu intens atau berlangsung lebih dari beberapa hari agar perawatan tetap aman dan efektif.

Baca juga: Ini Kondisi Gigi yang Tidak Bisa Dibehel, Adakah Solusinya?

Penyebab Rasa Sakit saat Pakai Behel

Behel memang efektif untuk meratakan gigi, tetapi rasa sakit atau ketidaknyamanan adalah hal yang wajar dialami selama perawatan. Berikut ini beberapa penyebab umum rasa sakit saat memakai behel:

1. Tekanan pada gigi dan gusi

Saat behel dipasang atau kawat diganti, gigi akan menerima tekanan untuk bergerak ke posisi yang diinginkan. Tekanan ini menyebabkan gigi dan gusi terasa nyeri, terutama dalam 1–2 hari pertama setelah pemasangan atau penggantian kawat. Rasa sakit ini menandakan bahwa gigi sedang menyesuaikan diri dengan pergerakan baru.

2.  Iritasi pada pipi dan bibir

Kawat atau bracket yang baru dipasang bisa bergesekan dengan permukaan pipi dan bibir, menyebabkan luka atau lecet ringan. Biasanya, jaringan lunak akan menyesuaikan diri dalam beberapa hari, tetapi selama periode ini, kamu mungkin merasakan ketidaknyamanan saat berbicara atau makan.

3. Pergerakan gigi yang berulang

Setiap kali karet behel diganti, gigi harus menyesuaikan diri lagi dengan tekanan baru. Hal ini dapat memicu rasa sakit ringan hingga sedang, yang biasanya berlangsung 1–2 hari. Proses ini merupakan bagian dari mekanisme kerja behel untuk memindahkan gigi secara bertahap ke posisi ideal.

4. Gigi sensitif atau masalah gigi

Pasien dengan gigi sensitif atau pernah mengalami masalah gigi seperti karies, gusi meradang, atau gigi retak, cenderung merasakan nyeri lebih intens saat memakai behel. Oleh karena itu, pemeriksaan dan perawatan gigi sebelum pemasangan behel sangat penting untuk dilakukan.

5. Perubahan pola makan dan kebiasaan mengunyah

Mengonsumsi makanan keras atau lengket dapat meningkatkan tekanan pada gigi yang sedang bergerak, sehingga memperparah rasa nyeri. Selain itu, kebiasaan menggigit atau mengunyah secara berlebihan dapat menyebabkan gigi cepat lelah dan menimbulkan ketidaknyamanan tambahan.

Baca juga: Cara Kerja Aligner dalam Meratakan Gigi, Lebih Praktis dari Behel

Itulah penjelasan seputar pertanyaan, apakah pasang behel sakit? Jika kamu ingin meratakan gigi dengan cara yang lebih nyaman dan minim rasa nyeri, Clear Aligners™ bisa menjadi alternatif yang tepat. Aligner™ Rata terbuat dari material premium medical-grade plastik BPA-free yang lembut di gigi dan gusi, sehingga risiko nyeri dan sariawan jauh lebih rendah. Bahkan, tingkat rasa sakitnya hanya sekitar seperempat dibandingkan menggunakan behel konvensional.

Rata adalah brand Clear Aligners™ nomor satu di Indonesia yang telah dipercaya oleh lebih dari 70.000 Happy Customers yang ingin mendapatkan gigi rata dalam waktu 3-6 bulan* saja. Aligner™ Rata bisa menangani berbagai kasus maloklusi atau gigi berantakan, mulai dari gigi renggang, gigi berjejal, gigi gingsul, overbite (gigi tonggos), deep bite (gigitan dalam), crossbite (gigitan silang), hingga open bite (gigitan terbuka). 

Namun, sebelum memulai perawatan Aligner™ Rata, ada baiknya mengkonsultasikan terlebih dahulu kasus gigimu dengan dokter gigi Rata ya! Menariknya, di Rata kamu bisa berkonsultasi seputar pemakaian Aligner dengan dokter gigi secara GRATIS, lho! 

Jadi tunggu apalagi? Yuk, segera jadwalkan konsultasi dan cetak aligner gigi kamu yang dipandu oleh dokter gigi Rata! Cek cara konsultasi Rata dan jangan lupa untuk ikuti Instagram @rata.id untuk info promo terbaru atau kamu bisa kunjungi langsung klinik gigi Rata terdekat. Berikut rekomendasi klinik gigi & Clear Aligners™ Rata.

Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat


Simak daftar alamat Klinik Rata terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!

Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners

Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.

Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120

Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners

Mencari klinik gigi di Bali? Klinik Rata Bali hadir untuk menjawab kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut kamu. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai perawatan untuk meratakan gigi tanpa behel dengan Clear Aligners™ Rata, ya!

Alamat:Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners

Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.

Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241, Indonesia.

Segera jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata! Cek website Rata dan Instagram @rata.id untuk info lengkap. Hubungi tim Rata dengan klik tombol WhatsApp di bawah layar, ya!


komentar

0/1000

Belum ada komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar