Berapa Lama Bisa Makan Setelah Pasang Behel?
Pemasangan behel dapat membantu memperbaiki gigi yang berantakan secara efektif. Namun, biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk beradaptasi terhadap rasa sakit dan tekanan pada gusi dan gigi setelah pemasangannya.
Di beberapa minggu pertama, orang yang baru menggunakan behel atau kawat gigi biasanya akan kesulitan mengonsumsi makanan atau mengunyah dengan normal. Namun, berapa lama pengguna bisa makan dengan normal setelah pasang behel? Simak penjelasannya di bawah ini!
Berapa Lama Bisa Makan Setelah Pasang Behel?
Setelah pemasangan behel atau kawat gigi, sebenarnya pengguna bisa langsung mengonsumi makanan apa saja. Namun, orang yang baru menggunakan behel atau kawat gigi disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan tekstur lunak untuk meminimalisir rasa nyeri yang ditimbulkan dari pemasangan kawat.
Baca juga: Lama Pakai Behel? Aligner Bisa Lebih Cepat, Loh. Ini Rahasianya!
Penyebab Rasa Sakit Setelah Pasang Behel
Rasa sakit setelah pemasangan behel adalah hal yang wajar dan sering dialami di awal perawatan. Kondisi ini terjadi karena gigi dan jaringan di dalam mulut sedang beradaptasi dengan tekanan dari kawat gigi. Meski terasa tidak nyaman, rasa nyeri ini biasanya bersifat sementara dan akan berkurang seiring waktu. Berikut beberapa penyebab utama yang membuat behel terasa sakit di awal pemakaian:
1. Penyesuain Pemakaian Behel
Rasa nyeri setelah pemasangan behel umumnya muncul sebagai bagian dari proses penyesuaian awal. Pada fase ini, gigi mulai menerima tekanan dari kawat dan bracket untuk bergerak ke posisi yang lebih ideal. Sensasi pegal atau tidak nyaman biasanya terasa paling kuat di beberapa hari pertama, lalu akan berkurang secara bertahap seiring tubuh mulai beradaptasi dengan keberadaan behel.
2. Perubahan Aliran Darah pada Gigi
Tekanan yang diberikan oleh kawat gigi juga dapat memengaruhi jaringan di sekitar akar gigi, termasuk aliran darah di area tersebut. Perubahan ini memicu respons alami tubuh yang menyebabkan rasa nyeri atau sensitif. Hal ini wajar terjadi di awal perawatan, karena gigi sedang dalam proses pergerakan. Seiring waktu, jaringan akan menyesuaikan dan rasa tidak nyaman pun akan berangsur mereda.
3. Gesekan Kawat Gigi dengan Jaringan Mulut
Selain tekanan pada gigi, rasa sakit juga bisa disebabkan oleh gesekan antara komponen behel dengan jaringan lunak di dalam mulut, seperti pipi bagian dalam atau bibir. Gesekan ini dapat menimbulkan iritasi ringan hingga sariawan, terutama saat mulut belum terbiasa dengan behel. Namun, kondisi ini biasanya hanya sementara dan akan membaik setelah jaringan mulut beradaptasi.
Rekomendasi Makanan Lunak Setelah Pasang Behel
Berikut ini beberapa jenis makanan bertekstur lunak yang disarankan untuk dikonsumsi setelah pemasangan behel atau kawat gigi:
Bubur
Sayuran yang sudah dimasak
Telur rebus atau scrambled egg
Sup ayam
Mashed potato
Ikan
Pisang
Yoghurt
Oatmeal
Selain itu, pengguna juga dianjurkan untuk menghindari makanan-makanan tertentu agar tidak menambah rasa sakit dan tekanan pada gusi. Berikut ini jenis-jenis makanan yang harus dihindari pengguna behel:
Makanan bertekstur keras: apel, pir, wortel, bengkuang, jagung yang belum dimasak.
Makanan kenyal dan lengket: permen, permen karet, gulali, dan boba.
Kacang dan biji-bijian: almond, jagung kering, atau biji rami.
Makanan berserat kasar: daging merah.
Makanan bertekstur renyah: keripik, popcorn, dan lain-lain.
Baca juga: Bolehkah Makan dan Minum saat Sedang Pakai Aligner Gigi?
Pantangan Makan Setelah Pasang Behel vs Aligner Gigi
Jelas sudah bahwa ada anjuran dan pantangan makan setelah pemasangan behel yang perlu diperhatikan. Nah, jika kamu sedang mencari perawatan gigi yang bisa makan apa saja dan tidak ada pantangan makanan, kamu patut mempertimbangkan untuk menggunakan Clear Aligners™.
Jadi, tertarik untuk menggunakan aligner untuk meratakan gigi? Salah satu pilihan Clear Aligners™ yang terjamin adalah Rata. Clear Aligners™ Rata bisa meratakan gigi dalam 3-6 bulan*,transparan, dan nyaman dipakai karena terbuat dari medical grade plastic & BPA-free.
Clear Aligners™ Rata juga bisa menangani berbagai kasus gigi berantakan, mulai dari gigi renggang, gigi berjejal, gigi gingsul, overbite (gigi tonggos), deep bite (gigitan dalam), crossbite (gigitan silang), hingga open bite (gigitan terbuka).
Sebelum memulai perawatan Aligner™ Rata, ada baiknya untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu kasus gigimu dengan dokter gigi Rata, ya! Menariknya, di Rata kamu bisa berkonsultasi seputar pemakaian Aligners™ dengan dokter gigi secara GRATIS, lho!
Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera jadwalkan konsultasi online dan cetak aligner gigi kamu yang dipandu oleh dokter gigi Rata! Cek cara konsultasi Rata dan jangan lupa untuk ikuti Instagram @rata.id untuk info promo terbaru!
Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat
Simak daftar alamat Klinik Rata terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!
Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners
Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.
Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120
Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners
Mencari klinik gigi di Bali? Klinik Rata Bali hadir untuk menjawab kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut kamu. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai perawatan untuk meratakan gigi tanpa behel dengan Clear Aligners™ Rata, ya!
Alamat: Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241, Indonesia.
Segera jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata! Cek website Rata dan Instagram @rata.id untuk info lengkap. Hubungi tim Rata dengan klik tombol WhatsApp di bawah layar, ya!komentar
Belum ada komentar
Jadi yang pertama memberikan komentar