icon
Rata
Home
Apa itu Rata?
Cara Konsultasi
Klinik Rata
Untuk Dokter
Artikel
Promo
Rata
icon
  • Apa itu Rata?
  • Cara Konsultasi
  • Klinik Rata
  • Untuk Dokter
  • Artikel
  • Promo
Homepage/Artikel/Kesehatan Gigi Dan Mulut/Gigi Berlubang, Ditambal atau Dicabut?/
Kesehatan Gigi Dan Mulut

Gigi Berlubang, Ditambal atau Dicabut?

Gigi Berlubang, Ditambal atau Dicabut
dok. Rata Indonesia

Gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang umum terjadi, baik pada orang dewasa, anak-anak, hingga lansia. Gigi berlubang biasanya disebabkan oleh plak atau lapisan tipis yang terbentuk dari sisa-sisa makanan, air liur, serta jutaan bakteri.


Ketika kamu makan dan minum tapi jarang membersihkan mulut, maka plak tersebut akan terbentuk di permukaan gigi dan menghasilkan asam. Asam inilah yang akan terus mengikis lapisan terluar gigi (enamel) hingga akhirnya membentuk lubang. 


Pada awalnya, lubang tersebut akan berukuran kecil. Namun jika tidak dirawat dengan baik, lubang atau rongga itu akan menjadi semakin besar dan meningkatkan beragam risiko masalah gigi lain, seperti infeksi hingga gigi tanggal.


Lantas, apa yang harus dilakukan jika gigi sudah berlubang? Apakah gigi berlubang sebaiknya dicabut atau ditambal? Simak informasinya seperti dikutip dari berbagai sumber berikut ini.


Kondisi gigi berlubang yang masih bisa ditambal



Gigi seperti apa yang bisa ditambal? Ternyata, ada beberapa kondisi gigi berlubang yang masih bisa diatasi dengan cara ditambal. Berikut di antaranya:


1. Gigi dengan lubang sebatas email

Kondisi ini terjadi jika kerusakan gigi hanya sampai ke lapisan permukaan email gigi. Lapisan email merupakan lapisan terluar dari gigi. Pada tahap ini, gigi berlubang bisa langsung ditambal permanen.


2. Gigi dengan lubang sebatas dentin

Kondisi gigi berlubang ini terjadi ketika kerusakan gigi sudah lebih dalam lagi hingga ke bagian dentin. Pada tahap ini, gigi berlubang dapat ditambal permanen. Namun, jika dentin yang rusak sudah terlalu dalam hingga mendekati ruang pulpa gigi, maka perlu diobati terlebih dahulu. Jika diidentifikasi lebih awal, kerusakan dentin dapat segera diatasi dengan tambalan.


3. Gigi berlubang sudah menembus pulpa

Kondisi ini terjadi jika kerusakan gigi sudah sampai bagian saraf gigi, sehingga perlu dilakukan serangkaian perawatan saluran akar. Perawatan saluran akar bertujuan untuk mengambil seluruh jaringan pulpa yang sudah terinfeksi.


Nantinya, perawatan ini akan membentuk saluran akar gigi yang pada akhirnya akan diisi dengan bahan pengisi gigi. Setelah itu, gigi yang berlubang akan ditambal secara permanen.


4. Abses gigi

Abses gigi adalah terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah pada gigi. Abses gigi disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini bisa muncul di sekitar akar gigi atau di gusi. Jika abses terbentuk di gigi, maka dokter gigi kemungkinan akan melakukan perawatan saluran akar untuk menghilangkan infeksi dan menutup gigi. Dalam kasus yang parah, gigi yang terkena abses mungkin perlu dicabut sepenuhnya. 


Kondisi gigi berlubang yang harus dicabut