6 Penyebab Gigi Goyang pada Orang Dewasa yang Wajib Diwaspadai!
Gigi yang mulai goyang saat usia dewasa sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menandakan adanya masalah pada jaringan penyangga gigi. Sayangnya, banyak orang baru sadar ketika mulai muncul rasa ngilu saat mengunyah atau bahkan sakit gigi karena gigi goyang. Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas makan, tapi juga dapat menurunkan kepercayaan diri jika dibiarkan.
Berbeda dengan masa kanak-kanak, gigi permanen pada orang dewasa seharusnya tidak tanggal secara alami. Ketika gigi mulai longgar, ada faktor tertentu yang memengaruhi kekuatan tulang rahang, gusi, atau ligamen penopang gigi. Penyebab gigi goyang pada orang dewasa sangat beragam, mulai dari penyakit gusi, kebiasaan bruxism (menggertakkan gigi), benturan fisik, hingga kurangnya perawatan kebersihan mulut.
Jika kondisi ini diabaikan, kerusakan jaringan penopang gigi bisa semakin parah. Gigi akan makin longgar, rasa nyeri bertambah, dan risiko gigi tanggal semakin tinggi. Pada tahap ini, perawatan sederhana sering kali tidak cukup dan membutuhkan penanganan medis agar gigi tetap bisa dipertahankan.
Untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, penting mengenali penyebab sejak awal dan segera mencari cara mengatasi gigi goyang pada orang dewasa melalui pemeriksaan ke dokter gigi. Dengan penanganan yang tepat, kemungkinan mempertahankan gigi asli tetap besar, sekaligus menjaga fungsi pengunyahan dan kesehatan mulut secara keseluruhan.
Baca juga: 6 Tanda Kamu Perlu Lakukan Perawatan Saraf Gigi, Catat!
Penyebab Gigi Goyang Pada Orang Dewasa
Beragam faktor dapat menyebabkan gigi goyang pada orang dewasa, bukan hanya masalah kebersihan gigi. Kondisi ini bisa terjadi akibat periodontitis yang merusak jaringan penyangga gigi, perubahan hormon selama kehamilan, hingga osteoporosis yang melemahkan tulang rahang. Cedera pada gigi akibat benturan juga dapat memicu gigi longgar, begitu pula penyakit sistemik seperti diabetes yang memengaruhi kesehatan gusi. Bahkan perawatan ortodonti tertentu dapat membuat gigi terasa goyang sementara karena proses pergerakan gigi. Mengetahui penyebabnya membantu menentukan langkah penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin parah, simak selengkapnya di bawah ini!
Periodontitis adalah infeksi serius yang terjadi pada area gusi. Penyebab utama dari periodontitis adalah gigi yang jarang dibersihkan. Ketika kamu jarang menyikat dan flossing gigi, sisa makanan akan menempel di sela-sela gigi dan membentuk plak yang bisa berubah menjadi karang gigi. Gigi yang sudah terpenuhi oleh karang, akan lebih mudah terkena infeksi, termasuk periodontitis. Infeksi tersebut dapat mengikis tulang dan jaringan sekitar gigi, sehingga menjadi penyebab gigi goyang pada dewasa.
2. Kehamilan
Siapa sangka kalau kehamilan menjadi salah satu penyebab gigi goyang? Peningkatan hormon progesteron dan estrogen selama kehamilan dapat menyebabkan jaringan ikat dan tulang di sekitar gigi lebih longgar dan membuat gigi mudah goyang. Selain itu, ibu hamil tergolong lebih rentan mengalami masalah gigi dan mulut, yang disebabkan oleh kenaikan hormon. Kadar progesteron yang meningkat dapat memicu pertumbuhan bakteri di dalam mulut, sehingga membuat ibu hamil rentan terhadap masalah gigi dan mulut.
Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter gigi, jika mengalami gigi goyang saat masa kehamilan. Terutama, ketika sebelum hamil sudah mengalami masalah gigi dan mulut. Hal ini sangat penting, untuk konsultasi gigi dan mendeteksi dini kemungkinan adanya masalah lain pada gigi dan mulut.
3. Osteoporosis
Meskipun osteoporosis umumnya terjadi pada pengeroposan tulang penyokong badan, seperti tulang punggung dan pinggang, tidak menutup kemungkinan terjadi pada gigi. Gigi juga dapat terpengaruh, karena gigi dan jaringan tulang penyokong sama-sama terbuat dari mineral dan kalsium. Menurut National Institute of Health, wanita yang mengalami osteoporosis menjadi 3x lebih mungkin mengalami gigi goyang, dibanding yang tidak memiliki osteoporosis.
4. Cedera Pada Gigi
Cedera pada bagian mulut, dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya gigi goyang. Pada umumnya, cedera pada mulut disebabkan oleh kecelakaan, terjatuh, atau terkena pukulan pada bagian wajah. Dalam kasus yang parah, cedera di bagian mulut dapat menyebabkan kerusakan pada tulang dan jaringan penyokong gigi, sehingga mengakibatkan gigi patah atau goyang.
5. Diabetes
Tidak hanya pada penyakit gigi, penyakit lainnya seperti diabetes dapat menjadi salah satu penyebab gigi goyang pada orang dewasa. Bagi penderita diabetes, biasanya memiliki kadar gula darah yang kurang baik dan meningkatkan risiko terhadap penyakit gusi. Hal ini dikarenakan gula darah yang tidak terkendali yang dapat memicu pertumbuhan bakteri pada mulut. Oleh karena itu, para penderita diabetes lebih rentan terkena radang gusi dan bisa menyebabkan gigi goyang jika tidak diobati dengan serius.
6. Perawatan Ortodonti
Ortodonti adalah jenis perawatan yang dikhususkan untuk meluruskan atau memperbaiki penampilan gigi. Salah satu perawatannya adalah pemasangan behel atau aligner gigi. Ternyata, perawatan ini dapat menjadi salah satu penyebab gigi goyang pada orang dewasa. Pada saat meratakan gigi, posisi gigi dapat berpindah atau remodeling, sehingga gigi bergerak ke posisi yang ideal. Jika kamu merasa saat perawatan gigi seperti longgar, bergerak, atau goyang, tidak perlu khawatir karena hal ini sangat normal terjadi. Setelah gigi menetap di posisi yang ideal, biasanya gigi goyang tidak akan terjadi lagi.
Baca juga: Gigi Goyang saat Pakai Clear Aligner, Apa Sebabnya?
Cara Mengatasi Gigi Goyang Pada Orang Dewasa
Gigi goyang pada orang dewasa tidak boleh dianggap sepele, karena kondisi ini biasanya menandakan adanya masalah pada jaringan penyangga gigi, gusi, atau tulang rahang. Semakin lama dibiarkan, gigi dapat kehilangan daya cengkeramnya dan berisiko tanggal permanen. Penanganan yang tepat sejak dini sangat penting agar fungsi mengunyah tetap optimal dan kesehatan mulut terjaga dalam jangka panjang.
1. Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi
Penanganan gigi goyang tidak bisa disamaratakan. Dokter gigi akan memeriksa kondisi gusi, jaringan penyangga gigi, dan tulang rahang untuk mengetahui penyebab utamanya. Dari sini akan ditentukan apakah pasien membutuhkan perawatan periodontal, perawatan ortodonti, atau tindakan stabilisasi gigi.
2. Bersihkan plak dan karang gigi secara menyeluruh
Jika gigi goyang dipicu oleh penumpukan plak atau periodontitis, dokter akan melakukan scaling atau deep cleaning untuk menghentikan infeksi pada gusi. Perawatan ini bertujuan mengurangi peradangan agar jaringan penyangga gigi dapat kembali stabil.
3. Stabilisasi dengan splinting bila diperlukan
Pada kasus tertentu, gigi goyang dapat distabilkan menggunakan splinting, yaitu teknik mengikat gigi yang goyang dengan gigi lain di sebelahnya agar lebih kokoh. Tindakan ini membantu pasien tetap bisa mengunyah dengan nyaman sambil menunggu perbaikan jaringan gigi dan gusi.
4. Terapi obat untuk mengontrol peradangan dan infeksi
Jika gusi mengalami infeksi aktif, dokter dapat memberikan obat antiinflamasi atau antibiotik. Obat tidak akan memperbaiki posisi gigi secara langsung, tetapi membantu menghentikan kerusakan jaringan agar gigi tidak semakin goyang.
5. Atasi penyakit yang menjadi pemicu
Pada pasien diabetes, osteoporosis, atau ibu hamil, perawatan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Mengontrol kadar gula, menjaga kepadatan tulang, dan melakukan perawatan gigi yang aman selama kehamilan dapat mencegah perburukan dan mendukung keberhasilan pengobatan.
6. Perbaiki kebiasaan sehari-hari
Menggertakkan gigi, menggigit kuku, serta kebiasaan mengunyah makanan keras dapat semakin mengendurkan gigi. Dokter mungkin menyarankan penggunaan night guard atau memberi panduan perubahan kebiasaan untuk melindungi struktur gigi.
7. Pertimbangkan tindakan lanjutan bila kerusakan sudah parah
Jika struktur penyangga gigi sudah rusak permanen sehingga tidak dapat dipertahankan, dokter dapat merekomendasikan pencabutan dan menggantinya dengan implan gigi tau gigi tiruan. Tindakan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi mengunyah sekaligus mencegah pergeseran gigi lain.
Berikut beberapa penyebab gigi goyang pada orang dewasa dan cara mengatasinya. Gigi goyang dapat diatasi dengan berbagai cara dan penanganan yang berbeda tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, segera konsultasikan kondisi gigi kamu, jika terdapat masalah tertentu, termasuk gigi goyang. Silakan kunjungi Klinik Rata yang tersebar di seluruh Indonesia atau konsultasi online GRATIS via Zoom untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat.
Ingin tahu informasi lebih lanjut tentang Rata? Silakan kunjungi website kami di https://www.rata.id atau Instagram @rata.id.
Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat
Simak daftar alamat Klinik Rata terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!
Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners
Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.
Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120
Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners
Mencari klinik gigi di Bali? Klinik Rata Bali hadir untuk menjawab kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut kamu. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai perawatan untuk meratakan gigi tanpa behel dengan Clear Aligners™ Rata, ya!
Alamat:Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners
Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.
Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241, Indonesia.
komentar
Belum ada komentar
Jadi yang pertama memberikan komentar