icon
Rata
Homepage/Artikel/Kesehatan Gigi Dan Mulut/Tidak Semua Masalah Gigi Harus Dicabut, Ini Faktanya! /

Tidak Semua Masalah Gigi Harus Dicabut, Ini Faktanya!

 kondisi tidak boleh cabut gigi, saat apa tidak boleh cabut gigi
Envato Elements

Cabut gigi sering dijadikan solusi instan untuk mengatasi beberapa masalah gigi. Padahal, tidak semua kasus gigi selesai dengan cabut gigi. Tindakan ini justru memperburuk kondisi gigi kamu. 


Jika kamu beranggapan lebih baik cabut gigi daripada sakit gigi terus-menerus, hal ini tidak sepenuhnya tepat. Mempertahankan gigi asli mungkin lebih disarankan, karena fungsi gigi asli tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh gigi palsu atau implan. Untuk itu, kamu perlu mengetahui apakah gigi asli masih bisa diselamatkan atau benar-benar membutuhkan tindakan cabut gigi. 


Maka, sebelum memutuskan untuk melakukan cabut gigi, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa seluruh kondisi kesehatan pasien dan memberikan saran terbaik untuk perawatan gigi kamu. Dalam hal ini, kamu akan diberikan beberapa alternatif perawatan untuk menyelamatkan gigi asli.


Baca juga: Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui sebelum Cabut Gigi


7 Kondisi Tidak Boleh Cabut Gigi 

Tidak semua masalah gigi membutuhkan cabut gigi. Berikut tujuh kondisi di mana kamu sebaiknya tidak melakukan cabut gigi sebagai solusinya: 

1. Infeksi gigi yang parah 

Cabut gigi saat infeksi masih berlangsung dapat menyebabkan penyebaran bakteri ke bagian tubuh lain. Hal ini dapat memperparah kondisi kesehatan tubuh kamu secara keseluruhan. Dokter gigi akan memberikan antibiotik atau melakukan perawatan saluran akar sebelum cabut gigi. 

2. Penyakit gusi yang parah 

Jika kamu memiliki gigi goyang akibat penyakit gusi, kondisi ini masih bisa diselamatkan tanpa harus melakukan cabut gigi. Kamu sebaiknya melakukan perawatan penyakit gusi, seperti scaling gigi atau perawatan saluran akar sebelum memutuskan cabut gigi. 

3. Memiliki penyakit tertentu 

Pasien dengan penyakit jantung atau diabetes yang tidak terkontrol memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap pendarahan. Penyembuhan juga akan berlangsung lebih lama setelah cabut gigi. Oleh karena itu, dokter gigi akan melakukan perawatan gigi non-invasif sampai memastikan kondisi pasien lebih stabil sebelum melakukan cabut gigi.


Baca juga: Penting Dicatat! Ini Tips Perawatan Gigi pada Ibu Hamil

4. Hamil 


Bagi ibu hamil juga tidak disarankan untuk melakukan cabut gigi, terutama bagi ibu hamil pada trimester pertama dan ketiga. Prosedur ini dapat menyebabkan janin mengalami stress dan mengalami risiko akibat penggunaan obat bius. Ibu hamil disarankan untuk melakukan perawatan gigi darurat tanpa bedah, hingga persalinan selesai. 

5. Gigi masih bisa diselamatkan 

Bagi kamu yang masih memiliki kondisi gigi yang masih bisa diselamatkan, sebaiknya melakukan perawatan lain, seperti perawatan saluran akar bagi kamu yang memiliki gigi berlubang parah. Kamu juga bisa melakukan pemasangan crown atau veneer gigi untuk memperbaiki gigi patah. 

6. Mengonsumsi obat pengencer darah 

Pasien dengan gangguan pembekuan darah dan konsumsi rutin obat pengencer darah juga tidak disarankan melakukan cabut gigi. Prosedur ini dapat menyebabkan pendarahan yang sulit dikendalikan. Oleh karena itu, konsultasikan kondisi kesehatan secara keseluruhan sebelum menjalani prosedur cabut gigi. 

7. Anak-anak dengan gigi susu 

Anak-anak yang memiliki gigi susu sebenarnya tidak membutuhkan prosedur cabut gigi. Hal ini dikarenakan gigi mereka masih bisa copot secara alami. Cabut gigi yang dilakukan pada usia dini dapat mengganggu pertumbuhan gigi secara permanen dan menyebabkan masalah ortodonti di masa depan. Untuk itu, selalu kontrol kondisi kesehatan gigi si kecil untuk memantau pertumbuhan gigi mereka dan dapat memberikan solusi terbaik. 


5 Perawatan Alternatif selain Cabut Gigi 

Jika pencabutan gigi tidak disarankan untuk kondisi kesehatan dan kasus gigi kamu, beberapa alternatif perawatan ini dapat menjadi solusi yang lebih aman: 

1. Perawatan saluran akar 

Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan infeksi pada gigi tanpa harus mencabutnya. Setelah melakukan perawatan saluran akar (PSA), pasien dapat mempertahankan gigi asli tanpa harus khawatir kehilangan gigi dan fungsi gigitannya. 

2. Crown atau tambal gigi 

Jika kamu mengalami karies gigi, dokter akan menyarankan untuk melakukan tambal gigi atau pemasangan crown gigi jika kondisi sudah sangat serius. Lewat perawatan ini, kamu bisa memperbaiki struktur gigi tanpa harus mencabutnya.


Baca juga: Crown Gigi: Definisi, Fungsi, Jenis, hingga Prosedurnya 

3. Perawatan gusi 

Apabila penyakit gusi yang menyebabkan kamu harus melakukan cabut gigi, coba dulu untuk melakukan perawatan gusi seperti scaling dan root planing untuk membersihkan bakteri dan memperbaiki jaringan yang rusak. Dengan cara ini, gigi asli kamu dapat dipertahankan. 

4. Bonegraft 

Bonegraft atau regenerasi jaringan bisa menjadi solusi jika kamu mengalami masalah kerusakan tulang rahang atau kehilangan jaringan pendukung. Prosedur ini dapat memperkuat struktur di sekitar gigi untuk mencegah dilakukannya cabut gigi. 

5. Perawatan non-invasif 

Solusi ini juga mampu untuk mencegah dilakukannya cabut gigi. Dokter gigi akan menyarankan untuk melakukan perawatan non-invasif seperti penggunaan fluoride untuk memperkuat enamel gigi, teknik remineralisasi gigi, atau penggunaan aligner untuk memperbaiki posisi gigi tanpa bedah. 


Yang perlu diingat adalah tidak semua masalah gigi harus diatasi dengan cabut gigi. Jika kamu masih bisa menjaga gigi asli, silakan lakukan alternatif perawatan lain untuk mempertahankan gigi tanpa harus mencabutnya. Konsultasi dengan dokter gigi merupakan langkah terbaik untuk menentukan solusi sesuai kebutuhan gigi kamu. 


Jika kamu ingin berkonsultasi terkait masalah gigi, kamu bisa mengunjungi Klinik Rata dan berkonsultasi dengan dokter gigi kami. Selain berkonsultasi terkait masalah gigi dan mulut, di Klinik Rata kamu bisa menemukan solusi meratakan gigi tanpa behel dengan Aligner™ Rata. Aligner™ Rata diketahui dapat meratakan gigi hanya dalam 3-6 bulan*, yang transparan dan bisa dilepas pasang. 


Ingin mengetahui informasi tentang Aligner™ Rata lebih lengkap? Yuk, jadwalkan kedatanganmu ke Klinik Rata!Cek websitedan Instagram @rata.id untuk info selanjutnya. 


Rekomendasi Klinik Gigi & Clear Aligners Terdekat

Cari tahu daftar alamat Klinik Rata terdekat jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, ya!


Rata.id Clinic Center | Klinik Gigi & Clear Aligners

Kunjungi dokter gigi Rata terdekat di Pakubuwono, Kebayoran Baru untuk konsultasi mengenai perawatan aligner gigi atau masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.


Alamat: Jl. Pakubuwono VI No.71, RT.11/RW.2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, 12120


Rata.id Surabaya, Jawa Timur | Klinik Gigi & Clear Aligners

Tinggal di luar Jabodetabek? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di area kota Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.


Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, RT.015/RW.06, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60241


Rata.id Bali | Klinik Gigi & Clear Aligners

Tinggal di Bali? Tenang! Klinik Rata juga tersedia di daerah Kuta, Bali dan sekitarnya. Kunjungi dokter gigi Rata di alamat berikut, ya.


Alamat: Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361



komentar

0/1000

Belum ada komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar